Benny : YUNUS Pelaku Pemerkosaan Harus Dihukum Berat

NOFITUS Beny Yohanis Kaat, S.Pd . Doc.CNC/jors tefa-Citra News.

Kabar buruk soal tindakan Yunus Tunu memperkosa gadis dibawah umur ‘Bunga’ (nama rekaan) mengundang empati dari berbagai pihak. Guru Benny menyebutnya sebagai perbuatan terkutuk.

Citra-News.Com, SOE – NOFITUS Beny Yohanis Kaat, S.Pd, Kepala SMP Negeri Nunain Desa Fatukoko Kecamatan Mollo Barat Kabupaten Timor Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (TTS-NTT), sangat menyesalkan anak asuhnya ‘Bunga’ (15) pindah sekolah ke Kota Kupang.

Diketahui, Bunga (korban) gadis belia yang baru baru berumur 15 tahun atau masih duduk di bangku SMP kelas VIII ini dipaksa melayani ulang kali nafsu binatang dari Yunus yang adalah kakak iparnya. Peristiwa laknat itu akhirnya terkuak lantaran dilaporkan ke polisi oleh keluarga korban pada tanggal 8 November 2019. Dan Yunus (37) itupun diciduk polisi dan dijebloskan ke ruang tahanan Polsek Siso.

Benny mengatakan, Bunga (korban) adalah salah satu siswa yang berperestasi di SMPN Nunain. Bunga juga anak yang rajin, sopan, taat dan disiplin serta bermoral baik. Dengan peritiswa naas yang dialami Bunga ini dia terpaksa harus pindah sekolah ke Kota Kupang.

“Sebagai guru pengasuhnya saya menyesalka kenapa kakak iparnya begitu tega menodainya. Dimohon perbuatan terkutuk Yunus harus dihukum seberat-beratnya. Karena ini telah menjadi beban psikologis bagi korban ketika berintegrasi dengan teman-temannya,”ungkap Benny.

 

Kepada awak citra news.com di SoE, Jumat 22 November 2019 menyatakan pihak sekolah sangat prihatin dengan kejadian yang dialami Bunga (korban). Hanya karena permintaan keluarga kamipn  meretuinya. Biar Bunga bisa menghindar dari cercaan masyarakat sekitar.

Lagi-lagi Benny membeberkan torehan prestasi Bunga. Selain sopan santun dan beretika baik, Bunga juga dikenal jujur dan ramah terhadap guru-guru dan teman-temannya. Korban terpilih mewakili sekolah untuk mengikuti JAMDA-Jambore Pramuka Daerah tahun 2020 di Manggarai Barat. Tapi peristiwa ini membuat harapan sekolah jadi pupus, ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan citra-news.com  berjudul, Yunus Perkosa Gadis Dibawah Umur, bahwa kesabaran korban, YUNI (nama samaran versi Citra News) yang dijadikan budak sex oleh kakak iparnya (Yunus Tnu, red) sudah mencapai titik klimaks.

Pasalnya, tindakan bejat si Yunus bukan baru satu kali tapi sudah tiga kali selama tiga bulan berturut. ’Jatah’ bulanan Yunus pertama kali terjadi pada 30 September 2019. Belum puas dia mencoba lagi menyetubuhi korban pada 26 Oktober 2019. Dan yang ketiga kalinya terjadi pada 08 November 2019. Luar biasa pejantan itu melampiaskan nafsu setannya. Padahal dia punya istri yang juga konon masih sanggup dikeloni setiap saat.

Musuh Dalam Selimut

“Saya merasa sakit hati, sedih dan kecewa. Karena hidup adik saya telah dihancurkan oleh kakak ipar. Ini sangat memalukan dan mencoreng nama baik keluarga. Kami pihak keluarga meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan aturan yang berlaku,”ungkap. Yumina Kase, kakak kandung korban.

Bripka HARSEL Moy dan YUNUS Tunu Doc.CNC/jors tefa-Citra News.

Kapolsek Siso, melalui Kanit Reskrim Polsek Siso, BRIPKA Harsel Moy di ruang pemeriksaan kepada media ini, Jumat 8 November 2019, menjelaskan kronologis kejadiannya. Merasa dipermalukan korban bersama kakak kandungnya, Yumina Kase datang melapor ke Polsek Siso. Korban mengaku, lanjut Harsel, pelaku daa korban tinggal satu rumah. Korban disetubuhi secara paksa selama tiga kali oleh kakak iparnya, bernama Yunus Tnu (37). Kali pertama pada tanggal 30 September 2019, dan kali kedua, pada tanggal 26 Oktober 2019. Dan kali ketiga pelaku menyetubuhi korban pada tanggal 08 November 2019.

Karena pelaku dan korban tingal dalam satu atap, sehingga setiap kali istri pelaku yang adalah kakak tiri dari korban tidak berada dirumah, barulah pelaku mengancam korban dan menyetubuhi korban secara paksa.

Menurut keterangan korban bahwa pelaku menyetubuhi korban secara paksa pertama dan kedua di kebun. Sedangkan pelaku menyetubuhi korban yang kali ketiga kalinya saat pelaku mengaku mau ke camplong. Saat itu korban menawarkan diri untuk pergi menjenguk orang tua korban yang berdomisili di Takari Kabupaten Kupang.

Di tengah perjalanan dari Nik’ana menuju ke takari, korban dipaksa untuk melayani nafsu bejat pelaku. Setelah pelaku memuaskan nafsu birahinya baru korban diantar ke rumah orang tuanya di Takari. Terhadap perbuatan yang sudah berulangkali ini maka keluarga korban menggiring Yunus mendekam di ruang tahanan Polsek Siso Kabupaten TTS. +++ jofan/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *