Army : TUHAN Telah Merubahku Menjadi KEPALA Bukan Ekor

JOHNY Army Konay, SH saat diwawancarai awak media di halaman Rujab Wakil Bupati TTS, Timor Provinsi NTT, Jumat 06 Desember 2019. Doc.CNC/jor tefa-Citra News.

Perkataan tanpa perbuatan adalah sia-sia dan perbuatan tanpa iman adalah hampa. Adagium demikian dialami Johny Army Konay. Bagaimana sang Wakil Bupati TTS ini kembali mengintai pengalaman hidupnya dalam memberikan pelayanan? Berikut nukilannya….

Citra-News.Com, SoE – DI TENGAH kesibukannya menerima tamu istimewa dari Pemuda GMIT Kunino Kupang, Johny ARMY Konay, SH menyempatkan diri kembali membedah secuil kisah kehidupan pribadinya ketika masih muda.

Setiap perkataan dan diikuti dengan perbuatan (pelayanan) nyata, kata Army, dipastikan akan membawa perubahan diri dan orang lain menjadi lebih baik. Kata kuncinya rela berkorban untuk menjadi pelayan bagi sesama.

“Dulu saya masih muda selalu giat dalam organisasi kepemudaan GMIT di Kuanino Kupang. Meski menjadi ekor namun tetap melakukan pelayanan kemana-mana bersama-sama sekelompok pemuda. Tapi Tuhan telah merubahnya yang dulu menjadi ekor sekarang menjadi kepala. Semuanya itu karena rencana yang terindah dari Tuhan,”ungkap Army.

Paparan nan lugas dari seorang pimpinan wilayah kabupaten ini sekaligus memberikan motivasi bagi generasi muda ke depannya. Agar tidak terus berdiam diri dan hanya mengekor terhadap perubahan yang terjadi. Sebagai generasi bangsa yang menginginkan perubahan harus mengambil peran aktif di dalamnya.

Teruslah bangkit berkreasi dan berinovasi melakukan hal-hal yang terbaik bagi banyak orang. Jadilah agen perubahan (agent of changes). bahwa perubahan yang terjadi dari kita oleh kita dan untuk kemajuan kita bersama, kata Army saat ditemui di Rumah Jabatan Wakil Bupati TTS , Jumat 06 Desember 2019.

Dia menuturkan, sebagai bagian dari pemuda GMIT Kuanino pada masa lalu, kedatangan kelompok Pemuda GMIT Kuanino Kupang adalah menjalankan tugas-tugas pelayanan. Sama halnya dengan apa yang ia hadapi saat ini yakni melayani masyarakat Kabupaten TTS.

JOHNY Army Konay, SH (kiri) pose bersama Pemuda GMIT Kuanino Kupang di halaman Rujab Wakil Bupati TTS, Timor Provinsi NTT, Jumat 06 Desember 2019. Doc.CNC/jor tefa-Citra News.

Ditegaskan Army, kegiatan Bible Camp akan dilakukan para Pemuda GMIT Kuanino Kupang di wilayah Kecamatan Amanuban Timur. Untuk itu atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten TTS kami sangat mendukungnya.

“Ini adalah pelayanan murni dan pemerintah TTS merespon baik kegiatan yang dilakukan teman-teman pemuda GMIT Kuanino Kupang. Jika setiap kegiatan yang membawa perubahan bagi masyarakat TTS maka otomatis pemerintah mendukungnya,”kata Army.

Menurut Wakil Bupati Kabupate TTS ini, Pemuda GMIT Kuanino Kupang ada sejak tahun 1995. Dan sudah ada bukti konkrit dari kegiatan pelayanan yang diberikan. Dan bahkan sudah menjadi kepala bukan ekor. Yaitu saya sendiri faktanya kini Tuhan telah merubahku menjadi kepala bkan ekor, ungkapnya.

Jalin Hubungan Baik Antar Pemuda GMIT

Pada keempatan yang sama Ketua Pemuda GMIIT Kunino Kupang, REINHARD Ndolu menjelaskan, jumlah kelompok pemuda yang giat di Bible Camp ada 30-an orang. Kami akan melakukan kegiatan Bible Camp di Gereja Betesda Pene Desa Moleum Kecamatan Amanuban Timur Kabupaten TTS.

“Adalah lebih elok sebelum kegiatan kami berdialog terlebih dahulu mlakukan dialog dengan Wakil Bupati TTS. Kami menyampaikan maksud dan tujuan kami ke Desa Moleum khususnya untuk warga GMIT di Gereja Betesda Pene,”kata Reinhard.

REINHARD Ndolu (kiri) dan Pemuda GMIT Kuanino Kupang doa bersama sebelum diberangkatkan ke Desa Mileum Kecamatan Amanuban Timur Kabupaten TTS di halaman Rujab Wakil Bupati TTS, Timor Provinsi NTT, Jumat 06 Desember 2019. Doc.CNC/jor tefa-Citra News.

Adapun kegiatan yang kami lakukan disana, yakni mengadakan Kebaktian Penyegaran Iman (KPI). Penyerahan bingkisan bagi anak sekolah minggu, dan melakukan pengobatan gratis. Untuk kegiatan ini Pemuda GMIT Kuanino Kupang bekerjasama dengan Dinas kesehatan Provinsi NTT dan mengikutsertakan dokter, perawat dan bidan.

Reinhard membeberkan, Pemuda GMIT Kuanino Kupang melakukan kegiatan selama dua hari dari tanggal 7-8 Desember 2019 di Gereja Betesda Pene. Melalui kegiatan Bible Camp ini diharapkan peserta dan jemaat yang ada bisa meningkatkan pemaknaan Alkitab lebih dalam lagi. Kegiatan ini juga menjalin hubungan baik antardua kelompok pemuda GMIT.

“Pemuda GMIT mengambil peran aktif dengan melakukan pelayanan iman bagi jemaat yang ada di Kecamatan Amanuban Timur. Melalui kegiatan pelayanan Bible Camp diharapkan jemaat termotivasi untuk lebih mendalami pemaknaan Alkitab. Skaligus menjalin hubungan baik  antarpemuda GMIT GMIT Kunino Kupang dengan Pemuda GMIT Gereja Betesda Moleum,”jelas Reinhard. +++ jofan/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *