Geografis NTT Hambat Mobilisasi Peralatan UNBK

Ujian Nasional (UN) sudah diambang pintu.  Namun di Provinsi NTT peralatan/sarana komputer untuk kesiapan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) belum 100 persen dimiliki sekolah-sekolah SMA/SMK, dan SMP. Lalu bagaimana upaya dinas pendidikan?

Kupang, citra-news.com – KEPALA DINAS Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yohanna Lisapaly, SH mengatakan, pemerintah pusat berkomitmen agar pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2018/2019,untuk sarana komputer harus 100 persen.

“Untuk menuju pada komitmen tersebut di atas Provinsi NTT ada keterbatasan spesifikasi. Bahwa dapat dilakukan UNBK system off line. Ada beberapa alasan mendasar yang bisa dipahami pemerintah pusat. Diantaranya alasan geografis NTT yang menjadi pertimbangannya. Karena mobilisasinya berpengaruh terhadap sharring peralatan komputer antar sekolah. Baik antar kabupaten maupun antar sekolah yang setingkat dan antar tingkatan (SMA/SMK ke SMP atau sebaliknya. Apalagi dengan kondisi hujan angin seperti saat ini,”jelas Yohanna.

Ditemui citra-news.com  di ruang kerjanya, Yohanna didampingi Sekretaris Dinas, Drs. Aloysius Min, Rabu 6 Pebruari 2019. Dikatakanya, ada sekolah yang memiliki sarana komputer akan tetapi tidak ada listrik. Karena jaringan listrik tidak ada. Jika harus sharring peralatan komputer maka di NTT jaraknya bisa lebih dari 6 kilometer dengan melewati infrastruktur jalan apa adanya. Apalagi dengan letak sekolah yang berada jauh di desa pedalaman.

Walau demikian dua petinggi di dinas pendidikan Provinsi NTT ini optimis ke depannya bisa menjawabi komitemen pemerintah pusat itu. Karena tahun 2019 Pemerintah Provinsi NTT telah menganggarkan melalui APBD sebesar Rp 20 miliar. Untuk masing-masing kebutuhan SMA sebesar Rp 12 miliar dan SMK sebesar Rp 8 miliar.

“Sesuai dengan visi/misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT saat ini terkait  peningkatan sumber daya manusia (SDM). Maka dipastikan pada tahun 2020 sudah tidak ada lagi UNPK (ujian nasional kertas pensil). Kegiatan UN sudah ready  dengan peralatan komputer atau 100 persen UNBK. Kami optimis itu,”tegas Yohanna.

Optimisme ini, tambah Alo, beberapa indicator yang sudah menujukkan harapan akan meningkatnya mutu pendidikan SDM ke depan menjadi lebih baik. Yaitu dari prosentase kesiapan peralatan komputer dari perbandingan UNBK tahun sebelumnya. Dimana UNBK tahun 2018 untuk SMK dari 52,27 persen meningkat menjadi 82,44 persen atau 30,16 persen (2019). UNBK SMA dari 33,98 persen naik menjadi 70,32 persen atau 36,34 persen. Dan UNBK tingkat SMP tahun 2018sebesa 7,10 persen di tahun 2019 naik menjadi 18,72 persen. +++cnc1

Gambar : Yohanna Lisapaly, SH di Gedung I.H Doko di bilangan Jl. Soeharto Kupang.

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *