SENSASI Baru Ala Anggota Dewan Partai DEMOKRAT TTS

Bupati TTS, EGUSEM P. Tahun menggunting pita saat meresmikan pembukaan kegiatan wisata Taman Payung, di Desa Tublopo Kec.Amanuban Barat, Kab. TTS, Timor NTT, Sabtu, 08 Pebriari 2010. Doc. CNC/jor tefa-Citra News.

Ekseskutif dan Legislatif di lini pemerintahan daerah seyogianya punya idealisme yang sama membangun masyarakat. Bukan saling menyikut alias ‘jeruk makan jeruk’ bukan?

Citra-News.Com, SOE – MEMBANGUN PEMAHAMAN yang sama antara ekskutif dan legislatif untuk kemaslahatan rakyat adalah tujuannya. Meskipun berbeda jalur namun menuju arah yang sama yakni kesejahteraan umum (rakyat). Karena salah satu cita-cita negara adalah memajukan kesejahteraan umum.

Legislatif sebagai lembaga politik pada prinsipnya memiliki tiga kewenangan yaitu hak budged, legislasi, dan pengawasan terhadap apa yang diprogramkan oleh pemerintah. Sehingga hal ikhwal terkait pelaksanaan program, anggota DPD/DPR/DPRD tidak bisa mengintervensinya lebih jauh.

Namun fenomena kekinian tiga kewenangan tersebut di atas mulai bergeser. Seperti halnya pernyataan salah satu anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), YUDI Selan, S.Sos.

“Pemerintah daerah (Pemda) TTS belum menggandeng pemuda untuk memajukan pariwisata,” demikian Selan seperti dikutip Citra-News,Com  di SoE-Timor NTT, Sabtu 08 Pebruari 2020.

Pernyataan bernada kritik ini hampir pasti mengundang sejuta tanya bagi pihak eksekutif dalam hal ini Bupati selaku pengambil kebijakan. Bisa saja diterjemahkan bahwa pemerintah mengabaikan pemuda  di wilayah tersebut dalam mengagitasi pembangunan. Atau bidang pariwisata TTS tidak berkembang maju alias terus stagnan lantaran pemerintah egositis dalam perencanaan pembangunan.

Tapi hampir pasti aktivitas apapun yang dilakukan oleh anggota legislatif sangat kental dengan “membungkus kepentingan” jangka panjang. Sehingga Bupati TTS, Egusem P. Tahun juga menyahut dengan pernyataan ringan dalam candaan tapi sesungguhnya bermakna dalam.

“Lebih baik bapak Yudi menanam merawat bunga di rumah sendiri. Daripada harus mencari dan merawat bunga-bunga di luar,”ucap Epy.

Kami dari pemerintah sangat mendukung kegiatan ini, tegas Epy. Bila perlu kita sama-sama viralkan  Taman Payung ini sehingga mengundang para pengunjung dari luar daerah. Dan jika banyak pengunjung dari luar daerah maka sudah pasti akan merubah perekonomian masyarakat TTS menjadi lebih baik.

Pada kesempatan itu Bupati Epy merasakan ada sesuatu yang kurang, yaitu harfus ada kuliner. Adanya kuliner, kata Epy, sehingga ketika pengunjung dari luar daerah sudah pasti ada jajan atau minum. Sehingga para pengunjung tidak kelaparan atau kehausan.

“Lebih dari itu pengelola harus bekerjasama dengan masyarat sehingga di tempat ini bisa ada transaksi jual beli makanan tradisional atau pakaian tradisional yang membawa warna tersendiri,”harap Epy.

YUDI Selan (kiri) dan REGILYUS Usfunan memberikan sambutan ketika kegiatan wisata Taman Payung, di Desa Tublopo Kec.Amanuban Barat, Kab. TTS, Timor NTT, Sabtu, 08 Pebriari 2010. Doc. CNC/jor tefa-Citra News.

Terlepas dari persilangan persepsi dalam lantunan kata-kata dari dua pejabat politik ini, namun spirit yang mau dibangun Yudi Selan adalah dalam membangun daerah perlu kebersamaan. Bahwa untuk menuju perubahan diperlukan keterlibatan semua komponen masyarakat dalam membangun daerah.

Yudi Selan, anggota DPRD TTD dari Partai Demokrat ini dalam sambutannya mengatakan, saya (yudi Selan, red)  memiliki ide taman payung, bukan hanya bertujuan untuk bisnis semata. Tapi saya ingin menunjukan kepada dunia bahwa kabupaten TTS memiliki banyak dinasti wisata yang perlu dipoles dan dikembangkan, selain mempromosikan lokasi wisata di TTS.

Balas JASA Politik di Pemilu Legislatif?

“Dengan adanya taman bunga dan taman payung yang ada di Desa Tubulopo, maka paling tidak sudah mengurangi angka pengangguran yang ada di TTS. Sehingga kita perlu menggandeng pemuda-pemudi untuk terus berkreasi demi kemajuan TTS tercinta. Selama ini Pemda TTS belum menggandeng pemuda untuk berkreasi di bidang parawisata,”kata Yudi.

Melalui kegiatan Taman Payung dan Taman Bunga ini, lanjut Yudi, pihaknya merekruit 10 pemuda yang berasal dari Desa Tubulopo Kecamatan Amanuban Barat. Darimanakah sekelompok pemuda ini? Ternyata adalah tim sukses (Timsus) Yudi Selan saat merebut suara di Pileg 2018. Lagi-lagi membukngkus kepentingan politik, bukan?

“Iya para pemuda  yang ada ini menjadi tim suksesnya saya saat berkompotisi dalam legislatif beberapa waktu lalu. Honor mereka saya berikan setiap Sabtu seusai ibadat bersama. Dan untuk momentum ini karcis masuk Rp 10.000,-, “aku Yudi.

Sementara Wakil Ketua I DPRD TTS, REGILYUS Usfunan, SH dalam sambutannya berharap agar ide kreatif ini perlu didorong dan didukung. Karena ini sangat membantu mengembangkan dan menambah perekonomian yang ada di TTS terutama masyarakat yang ada di Desa Tubulopo. Usfunan menuturkan, adanya kegiatan ini maka dirinya selaku ketua PKB Kabupaten TTS, termotivasi bahwa ternyata ada Pemuda Demokrat yang mampu memberi ide ini.

“Dalam pikiran saya bahwa ada 8 Fraksi di TTS yang lagi duduk di kursi DPRD TTS saat ini.  Jika dari 8 Fraksi memiliki ide masing-masing tentang parawisata ditambah dengan parawisata yang dikelola oleh pemerintah. Maka otomatis TTS akan menjadi pusat perhatian bagi para pelancong dan TTS akan semakin indah,”jelas Usfunan.

Sembari menambahkan, kegiatan ini juga bukan hanya memotivasi kami pengurus Parpol. Namun juga memotivasi pemerintah di bidang parawisata. Khususnya pengelolaan obyek wisata di taman rekreasi Bu’at, Wisata cagar alam di Fatumnasi dan tempat wisata lainnya.

“Jika obyek-obyek pariwisata iuni dikemas dan dikelola secara baik  maka setiap bulan akan memunculkan suasana yang baru. Dengan demikian merangsang para wisatawan untuk datang dan lebih lama tinggal di TTS. Karena bila wisatawan semakin lama tinggal di obyek wisata akan menambah income (pendapatan) bagi warga masyarakat sekitar. Sekaligus juga menambah PAD TTS,”tandasnya.

Tamu yang hadir saat peresmian Taman Payung ini selain Bupati Epy, turut hadir Kajari TTS, Ketua PN TTS, perwakilan Polres TTS, Dandim 1621 TTS, Pimpinan DPRD TTS, serta warga masyarakat di sekitarnya. +++ jor/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *