BEDA Sebelumnya, SAFIRAH : Tatib Ujian Akhir 2020 Sesuai POS

Kepala SMKN 5 Kota Kupang Dra. SAFIRAH Cornelia Abineno. Doc.CNC/marthen-Citra News.

Ujian Akhir harus dilaksanakan sesuai dengan Prosedur Operasional Standar. Namun POS yang menjadi pedoman ini beda kepala sekolah berbeda pula penerapannya. Benarkah?

Citra-News.Com, KUPANG – KEPALA SMKN 5 Kupang, Dra. SAFIRAH Cornelia Abineno menyatakan penatalaksanaan pendidikan di sekolah harus sesuai dengan prosedur operasional standar (POS).

“Khususnya untuk pelaksanaan ujian akhir entah UAS, UNBK, maupun UKK harus sesuai POS. Kalau tahun 2019 di SMKN 5 Kupang melaksanakan ujian akhir tidak sesuai prosedur, itu kami tidak tahu karena itu urusan kepala sekolah yang lama. Tapi pada ujian akhir tahun 2020 kami melaksanakan ujian akhir sesuai dengan Tata Tertib (Tatib) yang diatur dalam POS Ujian,”ungkap Safirah saat diwawancarai awak media Online/Portal Berita Citra-News.Com di SMKN 5 Kota Kupang-Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  Senin 02 Maret 2020.

Dia menuturkan, dengan tidak sedikitpun mengikuti jejak kepala sekolah terdahulu khususunya pada tahun ajaran (TA) 2018/2019. Dalam mana saat itu pelaksanaan ujian kompetensi keahlian (UKK) mendahului ujian akhir sekolah (UAS) dan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

“Mulai hari ini Senin 02 Maret 2020 kami melaksanakan real test ujian akhir sekolah (UAS) bagi siswa kelas XII. Tidak saja SMKN 5 Kupang tapi untuk semua SMK/SMA di tanah air. Memang ada satu dua sekolah di Kota Kupang ini lakukan ujian terlebih dahulu. Tapi umumnya sesuai jadwal hari ini baru memulai UAS,”katanya.

Menjawab wartawan soal Tatib POS Ujian, Kasek Safirah membeberkan, sebelum test sesungguhnya (real test) dilakukan try out. Dengan jadwal sesuai dengan kebijakan masing-masing sekolah. Namun sebelum masuk UAS pada Kamis 26 Pebruari 2020 kepala sekolah telah melakukan rapat bersama para orangtua/wali kelas XII. Saat itu dijelaskan soal Tatib, baik saat UAS, UNBK, maupun UKK yang dilaksanakan di SMKN 5 Kupang.

Kepada para orangtua siswa dijelaskan tahapan-tahapan yang sudah diatur dalam POS Ujian. Bukan dilaksanakan sesuai dengan selera kepala sekolah. Sehingga untuk ujian akhir bagi kelas XII yang dilaksanakan tahun 2020, kita lakukan sesuai dengan POS Ujian yang ada. Sehingga para orangtua bisa mengikuti tahapannya dan bisa mengatur anaknya untuk belajar di rumah dengan baik, tandasnya.

Kasek SAFIRAH dan Wakasek Bidang Kurikulum, HENNY Riberu (kiri). Bersama Kadis P dan K Provinsi NTT, Drs. Benyamin Lola, M.Pd saat berkunjung ke SMKN 5 Kupang beberapa waktu lalu.  Doc.CNC/marthen-Citra News.

Senada dengan Kasek Safirah, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum, HENNY Riberu menjelaskan, sebelum pelaksanaan UAS hari ini telah dilakukan rapat bersama orangtua siswa kelas XII. Bahwa ada tahapan-tahapan pelaksanaan ujian akhir, baik UAS, UNBK, meupun UKK.

Dengan tahapan masing-masingnya yakni Hari ini Senin 02 Maret 2020 mulai UAS dan ujian susulan UAS tanggal 11-14 Maret. Dilanjutkan dengan UNBK dari tanggal 16-19 Maret 2020. Dan ujuan susulan UNBK pada tangal 7 April 2020. Sementara Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) dilaksanakan dari tanggal 1-7 April 2020.

“Kalau tahun 2019 UKK dilaksanakan mendahului tahapan ujian akhir yang lainnya, itu kami tidak tahu. Karena itu kebijakan kepala sekolah yang lama, yang kami tidak tahu dia menggunakan POS ujian yang mana. Karena di dalam Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019 sudah menetapkan tatalaksana POS Ujian. Kalau kebijakan itu sesuai dengan selera PLT Kasek waktu itu kami tidak tahu,”ucap Henny.

Ketua Panitia UAS SMKN 5 Kupang ini lebih jauh menjelaskan, jumlah peserta kelas XII SMKN 5 Kupang yang sudah masuk dalam data base sebanyak 314 siswa. Dari jumlah yang ada, ada 7 siswa yang sampai UAS hari ini belum ada kabar lanjutannya. Kecuali hanya ada satu orang siswa yang sudah meninggal dunia.

Alasan hingga tidak mengikuti Ujian akhir diantaranya karena sakit harus ada surat keterangan dari dokter. Karena hasil UAS untuk nilai yang tercantum dalam Ijazah. Sedangkan hasil UNBK untuk SKUN (Surat Keterangan Ujian Nasional) dan UKK untuk siswa mendapatkan Sertifikat keahliannya.

Ilustrasi Kadis P dan K Provinsi NTT, Drs. Benyamin Lola, M.Pd saat berkunjung ke ruang Komli di SMKN 5 Kupang beberapa waktu lalu.  Doc.CNC/marthen-Citra News.

Untuk di SMKN 5 Kupang, ada beberapa kompetensi keahlian (Komli). Dalam mana semua Komli dituntut harus siap menyongsong era industry saat ini. Hasil ujian akhir kompetensi yang dibuktikan dengan Sertifikat Keahlian ini akan menjadi bekal bagi lulusan untuk memanfaatkan peluang-peluang kerja ke depan.

“Bagi kami di SMK wajib hukumnya untuk melaksanakan UKK. Karena kompetensi keahlian itu menjadi dasar adanya SMK. Pelaksanaan ujian saat UKK berbeda dengan dua tahapan ujian akhir lainnya. Saat UKK selain ada pengawas internal juga ada pengawas eksternal dan DU-DI/IP (Instruktur Pasangan). UKK inilah yang membedakan antara sekolah menengah umum dan menengah kejuruan. Sehingga pelaksanaannya pun harus benar-benar sesuai POS UN,”tegasnya.

Sembari menyodorkan Tatib peserta UAS dan UNBK tahun ajaran 2019/2020. Henny juga mengakui pelaksanaan UAS hari ini (Senin, 02 Maret 2020, red) dimulai agak terlambat.

“Hari ini karena tadi pagi hujan sehingga waktunya dimulai agak terlambat. Kami sadari bahwa dalam Tatib UAS dikatakan, Peserta Ujian Sekolah memasuki ruangan setelah tanda masuk dibunyikan, yakni lima belas (15) menit sebelum Ujian sekolah dimulai. Tapi kami agak terlambat karena hujan dan ini tentunya sebagai panitia kami buatkan berita acaranya,” kata Henny.

Dia berharap untuk tahapan UNBK dan UKK tidak mengalami kendala yang berarti. Agar pelaksanaan ujian akhir ini terlaksana dengan baik, aman, dan nyaman. Apalagi saat ini didukung dengan kondisi lingkungan sekolah yang sudah tertata apik. Ini menjadikan guru dan siswa merasa lebih nyaman. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *