UNBK di SMKN 5 Kupang Jauh Lebih Baik Tahun Sebelumnya

Dra. SAFIRAH Cornelia Abineno. Doc. CNC/marthen radja-Citra News.

Masalah suspek Covic-19 (virus corona) tidak sedikitpun berpengaruh terhadap pelaksanaan UNBK khususnya di SMKN 5 Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Citra-News.Com, KUPANG – ADALAH Pengawas Pembina di SMKN 5 Kupang, AGUS Ahab, S.Pd, M.Pd memberikan kesan positif terhadap pelaksanaan UNBK. Menurutnya, pelaksanaan UNBK tahun 2020 di SMKN 5 Kupang khususnya, jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Sayakan sering ke sekolah ini dan hampir setiap kali pelaksanaan UNBK atau UN (ujian nasional) saya selalu pantau pergerakannya. Kalau saya mau bandingkan pelasanaan UNBK tahun 2020 ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Ini sesungguhnya kerja baik dan tertib manajemen dari ibu kepala sekolah. Manajemen penatalaksanaan pendidikan di sekolah kuncinya tanggung jawab ada di kepala sekolah,”demikian Ahab saat diwawancarai awak media Citra-News.Com di Kupang, Timor Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 19 Maret 2020.

Dia menjelaskan, prosedure operasional standar (POS) pelaksanaan UN berbeda-beda setiap tahunnya. Masuk dalam rangkaian UN adalah ujian akhir sekolah (UAS), UNBK, dan paling penting bagi SMK adalah UKK (Ujian Kompetensi Keahlian).

“Perlu diketahui di SMK ada 146 jurusan dengan masing-masing karakternya. Jurusan atau kelompok kalau dalam sertifikat kompetensi oleh LSP disebut Party. Pelaksanaan UKK bisa berlangsung bulanan. Karena masing-masing peserta di momentum UKK itu berunjuk keahlian yang selama itu dia praktekan,”kata Ahab.

Untuk SMKN 5 Kupang yang punya jurusan salah satunya Otomotif, sambung Ahab, saat UKK siswa harus bisa merakit sesuatu apa yang terjadwalkan. Dan satu materi ujian bisa saja lebih dari dua hari prosesnya baru selesai. Oleh karena itu tidak bisa seminggu, dia paling cepat dua minggu dan paling lambat dua bulanan.  Makanya kenapa ada SMK yang melaksanakan UKK mendahului UN yang lainnya. Karena memang butuh proses.

Peserta UNBK 327 Orang

Pada kesempatan yang sama kepala SMKN 5 Kupang, Dra. SAFIRAH Cornelia Abineno mengatakan, pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun 2020 tidak mengalami kendala yang berarti.

“Pelaksanaan UNBK tahun ini pada prinsipnya sesuai Tata Tertib (Tatib) prosedur operasional standar (POS). Tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat mutu pengawasan. Tidak ada kendala teknis yang berarti,”ungkap Safirah.

Kika :  AGUS Ahab, S.Pd, M.Pd dan Dra. SAFIRAH Cornelia Abineno  di SMKN 5 Kupang, Timor Povinsi NTT. Doc. CNC/marthen radja-Citra News.

Dia menjelaskan, dari sisi jumlah sejak hari pertama pelaksanaan UNBK Senin tanggal 16 hingga Kamis 19 Maret 2020, peserta UNBK di SMKN 5 Kupang sebanyak  327 orang. Dari jumlah yang ada sebanyak 314 peserta dari siswa SMKN 5 Kupang sebanyak 309 orang. Ditambah dari 18 siswa titipan dari SMK (Swasta) PRIMA HIGIENIS.

“Kalau dari siswa sekolah kami sesungguhnya terdaftar UNBK sebanyak 314 orang. Namun ada 5 siswa karena alasan tertentu hingga hari ‘H’ UNBK tidak bisa ikut ujian. Maka praktis berjumlah 309 orang. Jumlahnya bertambah menjadi 327 orang karena ada sisiwa titipan dari SMK Prima Higienis yang berjumlah 18 orang,”kata Safirah.

Untuk guru pengawas ujian, lanjut dia, kami (SMKN 5 Kupang, red) lakukan pengawasan silang. Ada 14 guru pengawas yang terdiri dari 12 guru mengawas ke SMKN 4 Kupang dan 2 guru mengawas di SMK Kristen. Yang juga terkait mutu pengawasan adalah pengawas pembina dari Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi NTT.

Dia menuturkan, selaku pengawas pembina di SMKN 5 Kupang di momentum UNBK sebagai pemantau. Sementara aktivitas belajar keseharian di sekolah ini sangat sering dikunjungi supervisi oleh dua pengawas pembina bergantian, kadang bersama-sama.

“Salah satu pengawas pembina kami adalah pak Agus Wahab, S.Pd, M.Pd. Beliau ini (Agus Wahab, red) di hari pertama UNBK tidak ikut memantau di sekolah ini bersama pak Kepala Dinasada karena tugas keluar. Tapi saat pelaksanaan UNBK hari ketiga dan keempat beliau berkesempatan memantau di sekolah kami,”demikian Safirah.

Kika :  FLORIANUS dan pose bersama para Proktor dan Teknisi UNBK tahun 2020 di SMKN 5 Kupang, Timor Provinsi NTT.  Doc. CNC/marthen radja-Citra News.

Dia menambahkan, pelaksanaan UNBK dalam 3 (tiga) Sesi perharinya. Masing-masing Sesi lamanya 2 (dua) jam. Dari masing-masing sesi ada kendala teknis seperti gangguan jaringan atau PLN. Tapi itu hanya berlangsung sekira 1-2 menit saja. Meskipun tidak seberapa kendala teknis tapi ketua panitia ujian mengcovernya dalam berita acara.

“Selaku kepala sekolah saya sampaikan ke Ketua panitia UNBK agar sekecil apapun persoalannya seyogianya dubuat dalam berita acara. Ini menjadi data pendukung laporan ke atasan kita. Setelah diketahii pengawas pembina,”tandasnya.

Sementara Kepala SMK Prima Higienis, FLORIANUS membenarkan jika siswa dari SMK asuhannya saat UNBK dititipkan ke sekolah lain. Untuk SMKN 5 Kupang sudah tiga tahun UN selalu jadi partner SMK Prima Higienis.

“Ini tahun ketiga kami titip siswa UNBK di SMKN 5 Kupang. Dengan jumlah peserta sebanyak 18 orang. Kendalanya pada PC prasarana UN yang belum kami miliki. Walaupun kami punya tenaga operator terlatih tapi kalau alatnya tidak ada maka praktis tidak bisa UNBK,”jelas Flori.

Sembari berharap pemerintah NTT juga peduli membantu kebutuhan sekolah swasta.  Karena sekolah swasta juga ikut membangun pendidikan dan mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan formal di sekolah. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *