Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Program OVOP Ciptakan Siklus EKONOMI BARU di Sektor PERTANIAN

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

JOAZ Billy Oemboe Wanda, S.P. usai dilantik jadi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, di Aula El Tari Kupang, Senin (19/5) petang. Doc. CNC/Istimewa

Sahabat Petani akan mampu menjawab kebutuhan pangan lokal jika ada permintaan……

Citra News.Com, KUPANG – KEPALA Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsui Nusa Tenggara Timur, Joaz Billy Oemboe Wanda, S.P. menyatakan, pihaknya sangat mendukung program pengembangan One Village One Product (OVOP) dari Pemerintah Provinsi NTT.

Baca Juga :  Tinjau KCP Bank NTT Surabaya Wagub JOHNY Asadoma Pererat KUB

“Pastinya kami sangat mendukung program OVOP dari bapak Gubernur Melky Laka Lena dan bapak Wagub Johny Asadoma. Yang punya kepedulian besar terhadap produk-produk unggulan pertanian. Dari hasil kerja kolaboratif dan saling sinegis lintas sektor ini akan mampu menciptakan satu siklus ekonomi baru di sektor pertanian”, jelas dia.

Dikatakannya, Dinas Pertanian NTT punya Sahabat Petani di desa. Kami ada teman-teman penyuluh dan teman-teman petani di desa. Kami telah melakukan pemetaan, memastikan, dan melakukan pembinaan terhadap kegiatan usaha tani. Agar supaya rantai pasok dari hasil pangan yang ada dapat berkelanjutan.

Baca Juga :  TENUN Motif Bunga SEPE Melejitkan KOTA Kupang Raih PENGHARGAAN

Lebih jauh dia membeberkan bahwa pengembangan OVOP yang menjadi salah satu program Quick Win 100 Hari dari Gubernur Melky dan Wagub Johny, Dinas pertanian NTT melalui Sahabat Petani sudah secara marathon melakukan pendataan dan pemetaan.

Sehingga dari pemetaan yang ada kita bisa memastikan wilayah potensial mana yang cocok dengan produk pertanian apa. Dengan kata lain produk pertanian yang dikembangkan harus cocok dengan karakter wilayah.

Baca Juga :  Alex : Labuan Bajo AMAN, Silahkan DATANG Untuk SEMUA Tamu

“Apakah di desa A cocok dengan tanaman padi, jagung, dan tanaman holtikultura, serta buah-buahan. Karena dari potensi pangan lokal yang ada dan dimiliki desa/kelurahan nantinya menjadi rantai pasok (suplay chain) untuk kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG)”, tuturnya.

Sumber: Joaz Billy Oemboe Wanda
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Program OVOP, Gubernur Melky Laka Lena. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Program OVOP, Gubernur Melky Laka Lena.