Rahasia di Balik KEBUN KANTOR Gubernur NTT ‘Berhias’ (Bagian 1)

GODLIEF Elliek, SE, M.Ec.Dev. Doc.marthen radja/citra-news.com

Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTT, GEORGE Hadjoh dan perangkatnya ‘menyulap lahan tidur’ menjadi kebun kantor bernuansa pariwisata (eco office). Para tenaga honorer mendandaninya dengan tanaman pertanian dan aneka tanaman bunga. Begini rahasianya….

Citra News.Com, KUPANG – HALAMAN kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) belakangan ini tampak asri. Gedung kantor yang dibangun berbentuk Sasando (alat music khas dari Kabupaten Rote Ndao) itu kini disinari cahaya gemerlap oleh lampu-lampu taman yang tertata secara apik.

Lahan kosong dan gersang yang selama ini berharap musim hujan turun baru ditanami jagung, ia kini berubah menjadi kebun sayur dan kebun bunga. Aneka tanaman pertanian holtikultura juga berjenis-jenis bunga dibudidayakan di area lahan yang ada. Pandangan mata yang sebelumnya lelah oleh kegersangan kini kembali berbinar melihat hijauan tanaman yang tertata apik.  Pemandangan akan lebih mengasyikkan kala senja menjelang malam.

Karo Umum Setda Prov, NTT, GEORGE Hadjoh,  (kiri) dan RUBEN Hedo melayani pesanan sayur dari seorang ASN produksi ECO Office di kawasan Timur Kantor Gubernur NTT, Jl.El Tari kota Kupang-Timor NTT usai berkantor, Rabu 19 Agustus 2020. Doc marthen radja/citra-news.com

Para pegawai keluar kantor langsung menjemput pesanan sayur atau bunga yang diingini. Bahkan warga masyarakat umum lainnya datang ke tengah taman dan berselfiria. Apalagi di malam hari walau dibatasi jumlah orang dan jam kunjungan oleh Polisi Pamong Praja tapi halaman kantoir Gubernur NTT di bilangan Jalan El Tari Kota Kupang ini tidak pernah sepi. Balutan cahaya lampu berpadu hijauan tanaman seakan mampu merangsang sukma insan ibukota untuk datang mengaso sekaligus mendapuk inspirasi.

“Biro Umum saat ini  terus menata area Kantor Gubernur NTT menjadi kawasan eco office. Kita tidak saja bangun taman-taman yang dilengkapi patung-patung miniature obyek wisata di seputar NTT. Tapi juga mengolah dan mendayagunakan lahan-lahan kosong area kantor dan menanaminya dengan tanaman holtikultura. Serta membudidaya aneka tanaman hias (bunga). Para tenaga honor dan cleaning service di kantor gubernur ini sebagai petani holtikulturanya,”demikian GEORGE Hadjoh, Kepala Biro (Karo) Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi NTT ketika ditemui awak citra-news.com di Kupang pecan lalu.

Sesepuh Sorintji Kempo ini mengatakan, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengajak semua elemen masyarakat untuk terus bekerja keras membangun daerah ini. ‘NTT Bangkit Menuju Sejahtera’ sesungguhnya adalah ajakan kepala daerah agar berubah mindshet (pola pikir) dan pola tindak kita. Dari pola kerja yang biasa-biasa saja ke kerja keras atau kerja luar biasa. Dari pola pikir yang sederhana harus berubah ke pola pikir yang lebih maju.

“Bapak Gubernur mengajak kita untuk berpikir dan bertindak maju. Harus ada perubahan-perubahan yang berarti atau berguna bagi kehidupan. Baik berguna untuk dirinya sendiri, bagi keluarga, masyarakat dan bagi bangsa dan negara,”kata George.

ECO Office di kawasan Timur Kantor Gubernur NTT, Jl.El Tari kota Kupang-Timor NTT. Doc marthen radja/citra-news.com

Kami membuka atau menata Taman/Kebun Kantor (eco office), lanjut dia, dengan memanfaatkan ruang lahan yang ada. Dari lahan kosong diolah dan ditanami aneka tanaman pertanian. Dan pada bagian-bagian tertentu kita membudidaya pohon-pohon hias dan bunga/kembang.

George menambahkan, karena ini adalah kantor pemerintah Provinsi NTT yang menjadi centra atau pusat pelayanan public maka kita harus menatanya agar terlihat bersih, rapih, indah dan asri – BERHIAS. Membangun taman dengan ciri khas miniature patung kuda dan obyek-obyek wisata ternama dari banyak  daerah destinasi pariwisata NTT. Pra lambang kita menghargai dan mencintai daerah kita.

Tenaga honorer kantor gubernur NTT, Blasius Manek (kiri) ALEKS Nenotek beserta istri dua anaknya siram tanaman sayur milikinya di taman ECO Office di kawasan Timur Kantor Gubernur NTT, Jl.El Tari kota Kupang-Timor NTT usai berkantor, Rabu 19 Agustus 2020. Doc marthen radja/citra-news.com

“Membangkitkan rasa cinta tanah air (patriotisme) NTT – Bumi Flobamora dengan membangun hal-hal yang meski dipandang kecil dan sederhana tapi besar manfaatnya. Kita harus bangkit membangun dari hal-hal kecil. Meningkatkan kesejahteraan sudah tentu melalui kerja keras. Berpikir maju itu hari ini bekerja dengan hal kecil tapi besok dan seterusnya kita harus bekerja hal-hal yang lebih besar lagi,”tuturnya.

Memberdaya Ekonomi Para Tenaga Honor

Hal senada juga dikemukakan Kepala Bagian (Kabag) Rumah Tangga Biro Umum  Setda Provinsi NTT, GODLIEF Elliek, SE, M.Ec.Dev. Menurutnya, penataan taman menjadi Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Biro Umum bertujuan untuk meningkatkan ekonomi dan pendapatan keluarga.

“Biro Umum punya tujuan mulia. Kita punya goals agar para tenaga honorer di di Kantor Gubernur NTT bisa berubah secara ekonomi. Membangkitkan pola kerja dan pola tindak mereka, dari yang biasa-biasa saja ke hal-hal yang luar biasa,”kata Lifen, demikian ia akrab disapa.

 

Ruben Hedo (kiri) dan ABSALOM Nomleni menyirami tanaman sayuran di kawasan Eco Office Kantor Gubernur NTT, Jl.El Tari kota Kupang-Timor NTT. Doc marthen radja/citra-news.com

Karena saya (Godlief Elliek,red) lihat sebelum-sebelumnya mereka tenaga honorer bekerja apa adanya saja. Habis kerja mereka duduk-duduk bermain kartu atau bermain catur, walaupun itu bukan taruhan uang. Tapi itukan tidak produktif namanya, tegas Lifen.

Dengan Biro Umum bangun Kebun Kantor ini, lanjut dia, menjadi pelakunya adalah para tenaga honorer. Material dan sarana prasarana disiapkan oleh Biro Umum. Dengan mendayagunakan asset milik pemerintah untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteran rumah tangga para tenaga honorer. Karena  hasil usaha dari kebun kantor seutuhnya diberikan kepada para tenaga honor.

“Inisiatif ini datangnya dari Kepala Biro Umum, George Hadjoh. Mental kerja keras dari beliau (George Hadjoh,red) perlu diikuti dengan tindakan nyata. Terutama bapak Gubernur Viktor Laiskodat yang punya cara kerja terukur cepat dan kerja tepat serta  ibu Julie Laiskodat yang suka akan kebersihan dan keindahan. Kita sebagai ASN abdi negara harus mampu menterjemahkn itu semua,”kata Lifen.

Iya, memang kita harus cepat berubah untuk semua hal. Masyarakat NTT belum merdeka secara ekonomi. Karenanya harus bekerja cepat, bekerja keras, dan bertindak tepat untuk kemajuan bersama. Rakyat maju negara kuat . (bersambung*) +++ citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *