Lebih lanjut Linus menjelaskan, di seluruh NTT ada 18 SMK Pusat Keunggulan. Diantaranya ada SMK Negeri ada juga SMK Swasta, seperti halnya SMK Nenuk (dulu STM Nenuk, red).
” Iya STM Nenuk juga 4 tahun. Dan tidak juga semua SMK 4 tahun karen ada syarat – syarat akademik yang harus dipenuhi sekolah. Adanya SMK 4 tahun atau SMK Plus 1 Tahun saya pastikan siswa kita bisa laku dimana-mana. Karena mereka memiliki kompetensi keahlian yang mumpuni setelah belajar di SMK yang punya bidang keahlian (jurusan, red) tertentu. Misalkan jurusan teknik permesinan pertanian seperti di STM Nenuk, kalau tidak salah. Ada juga sekolah punya jurusan peternakan, perikanan, perhotelan, dan jurusan potensial yang lainnya,” urai Linus.

Kepala SMK Nenuk, Pater PITER Bataona (tengah) jalin kerjasama Bidang Permesinan Pertanian dengan BPTP Balitbangtan Provinsi NTT di Naibonat Kabupaten Kupang Januari lalu. Doc.marthen radja/citra-news.com
Saya beberapa waktu lalu panen jagung di atas lahan milik SMK, ucap Linus dengan tidak sebut nama SMK itu. Nah, kita tanam jagung di atas lahan, contohnya 100 Hektar (HA). Ini tentunya kita butuh teknologi. Dan kompetensi keilmuannya itu ada di SMK. Para output (lulusan) siswa SMK, mereka sudah punya skill soal pengelolaan teknologi pertanian.
Dia menambahkan, dengan modul pembelajaran SMK Plus 1 Tahun ada keuntungannya. Baik bagi guru kompetensi juga siswa terutama, untuk kebutuhan dunia usaha industri dan dunia kerja
Jadi dalam pengembangan Modul Pembelajaran SMK Plus Tahun ini dibutuhkan adaptasi, inovasi, dan kreasi. Guru selaku instruktur juga siswa yang sudah terlatih menjadi
dukungan pembelajaran reguler. Baik untuk internal sekolah atau dipakai oleh sekolah lain.
“Pola pembelajaran dalam modul SMK Plus 1 Tahun akan berimbas bagi banyak kepentingan ke depannya. Nanti pada Juli 2022 kita rencana buka SMK Penerbangan. Itu berarti SDM kita di NTT juga tidak jauh ketinggalan dari provinsi lainnya di Indonesia,”kata Linus dalam sambutannya di acara ini. +++ marthen/citra-news.com













