Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

BERTAMBAH, Pedagang FLOTIM Pakai QRIS Bank NTT

CitraNews

Bahwa seluruh layanan jasa keuangan disyaratkan untuk mensosialisasikan serta menerapkan sistem pembayaran ini. Tak luput jua Bank NTT banknya rakyat NTT. Dan Bank NTT dibawah kepemimpinan Harry Alexander Riwu Kaho, sangat gencar mensosialisasikan pola pembayaran jenis ini.

Terpantau media, setibanya di Paris Eksapta Larantuka, Gubernur Viktor langsung membeli aneka kebutuhan.
Komoditi yang paling banyak dibelinya adalah cabe, aneka sayuran diantaranya bunga pepaya, kangkung, garam, kelor dan kelapa serta cabe rawit.

Pertanyaan pertama yang dilontarkannya kepada para pedagang adalah, darimana komoditi ini berasal. Iya, rupanya sang Gubernur ingin memastikan komoditi apa saja yang dihasilkan masyarakat lokal. Berapa total produksinya serta potensi apa saja yang didatangkan dari kabupaten tetangga maupun dari luar NTT.

Baca Juga :  PENGHARGAAN, Cambuk Bagi BANK NTT Untuk Melayani LEBIH Sungguh

Siti : Pakai QRIS Sama Dengan Menabung

Setibanya di Lapak Nur yang dikelola oleh Siti Rahma, Gubernur Viktor berbelanja pepaya yang sudah ranum dan garam dapur seadanya dengan nilai transaksi Rp 200.000.

“Ibu memakai QRIS ini sejak kapan. Bagaimana manfaatnya bagi ibu,”tanya Gubernur Viktor dan langsung dijawab warga Kelurahan Ekasapta ini. Bahwa ia baru sebulan yang lalu diberikan QRIS oleh Bank NTT.

Baca Juga :  MENAKJUBKAN, Bank NTT Sabet DUA 'Bintang PENGHARGAAN Sekaligus

“Saya baru saja difasilitasi layanan pembayaran QRIS. Dan bagi saya ini sangat bagus. Karena uangnya masuk langsung ke rekening tabungan. Kita tunggu sudah banyak dulu baru ambil. Sehingga hitung-hitung juga ini adalah tabungan,”jelasnya enteng.

Tak hanya disitu, gubernur terus mengejarnya, seperti apa pola kemitraan yang dibangun oleh Bank NTT terhadap para pedagang pasar, termasuk Ibu Siti.

Baca Juga :  AYODHIA Kalake PASTI Dilantik Jadi PENJABAT Gubernur NTT

“Saya difasilitasi kredit oleh Bank NTT pak gubernur. Namanya Kredit Merdeka, sudah dua tahun terakhir saya jadi nasabah,” jelasnya.

Rupanya karena Kredit Mikro Merdeka itulah, usahanya kini berhasil. Tak hanya dia, melainkan di pasar ini, terdapat 52 pedagang yang menjadi merchant QRIS.

Jumlah ini terus bertambah, karena ada tambahan 24 merchant baru yang diserahkan kode pembayaran QR-nya di hadapan gubernur.