MERAJUT Diplomasi POLITIK Kesejahteraan NTT Ala Bunda JULIE Laiskodat

Suasana Dialogis JULIE Sutrisno Laiskodat dengan TUN Mahatir Mohamad saat Rakernas Partai Nasdem di Convention Center Jakarta. Doc. kreasi citra-news.com

Bagi bunda Julie, Budaya dan Pariwisata adalah pintu masuk mewujudkan cita-cita negara untuk memajukan kesejahteraan umum.

Citra News.Com, JAKARTA – AKTIVASI dan kecintaan Julie Sutrisno Laiskodat terhadap Nusa Tenggara Timur tiada berkesudahan. Naluri inovasi kepeduliannya tiada henti. Manakala ada ruang kesempatan kemana dan dimanapun ia senantiasa memperkenalkan potensi dan keunggulan komparatif NTT. Tidak terkecuali ke mancanegara.

unggu anggota DPR RI yang satu ini untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat NTT.

Istri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ini selalu mencari terobosan dan inovasi mengenalkan budaya dan pariwisata NTT ke seluruh pelosok daerah hingga mancanegara.

Seperti hanya di arena Rakernas Partai Nasdem yang berlangsung baru-baru ini di Convention Center Jakarta (CCJ)

Saat itu, sosok yang akrab disapa Bunda Julie ini menampilkan kekayaan budaya NTT. Bahkan yang paling anyar dilakukan istri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu adalah berdiplomasi politik dengan Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Tun Mahatir Mohamad.

Ditengari, Mahir Mohamad hadir pada Rakernas itu atas undangan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh. Ia dimandat sebagai pembicara kehormatan dihadapan puluhan ribu kader Nasdem di CCJ.

Dengan gaya khasnya, Julie Sutrisno Laiskodat meminta waktu untuk berdialog dengan mantan orang nomor wahid di negeri Jiran itu.

Disaksikan puluhan ribu kader Nasdem se-Indonesia, Ketua Dekranasda NTT ini memperkenalkan kekayaan wisata yang ada di NTT. Salah satu yang diangkat adalah Komodo hewan langka yang hanya ada di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores NTT.

Kini, Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai destinasi wisata Super Premium oleh Pemerintah Pusat. Penetaan itu pun, kata Bunda Julie, diikuti dengan pembangunan berbagai infrastruktur pendukung dan dikawal langsung Presiden Jokowi.

“Ijin Tun Mahatir. Saya dari Nusa Tenggara Timur yang terkenal dengan Komodonya. Saya ingin bertanya karena program pak Gubernur NTT adalah pariwisata. Apakah ada tips-tips supaya Nusa Tenggara Timur bisa ada banyak kunjungan. Kunjungan bukan hanya ke Indonesia tapi ke Nusa Tenggara Timur,” ucap Julie Laiskodat ke Tun Mahatir.

Ini tidak ada urusannya dengan politik, tambah dia. Tetapi ini urusan kesejahteraan. Politik menuju kesejahteraan masyarakat.

“Program pak Gubernur NTT adalah pariwisata untuk mensejahterakan masyarakat. Sehingga kami minta tipsnya atau jaringan/koneksi yang bisa dibuka dari Nusa Tenggara Timur ke Malaysia,” kata Julie.

Tun Mahatir pun kemudian menjawab pertanyaan Julie Sutrisno Laiskodat. Menurut Tun Mahatir, penduduk Pulau Komodo sudah sangat bijak. Bahkan saat ini ada yang sudah jadi Menteri. Sudah pasti Menteri akan memberi perhatian kepada Pulau Komodo. Pulau Komodo memiliki aset yang tidak dapat ditemukan di seluruh dunia.

“Aset itu saja bisa menarik pelancong (pengunjung) datang ke Pulau Komodo. Malaysia pada suatu ketika tidak ada apapun yang dapat menarik pelancong negara lain ke Malaysia. Kami (Malaysia) bukan seperti negara lain yang mempunyai barang atau bangunan lama. Malaysia tidak mempunyai apapun. Dan tidak ada sebab pelancong datang ke Malaysia,” kata Tun Mahatir.

Tetapi menurut Tun Mahatir, apabila diberi tugas kepada seorang Menteri untuk mengurusi kunjungan wisata. Menteri tersebut akan membangun konsep di mana-mana.

Karena menurutnya, sesuatu yang dilihat oleh orang Malaysia adalah hal biasa, tetapi bagi orang lain adalah hal yang luar biasa.

Tim Mahir memberi contoh, orang Arab duduk di padang pasir dan tak ada hujan. Bila hujan, kalau orang Malaysia masuk ke dalam rumah, tapi orang di Arab bahkan keluar rumah.

Lebih lanjut dikatakannya, Malaysia banyak hujan. Malaysia begitu hijau. Di Eropa bahkan Arab tidak ada tumbuhan hijau. Bahkan masih ada hutan.

“Jadi aset kita adalah keadaan di sekeliling kita. Orang-orang datang ke negara kita untuk lihat air laut yang jernih, hutan yang hijau. Kalau dikaji aset kita sangat banyak yang bagi kita adalah biasa. Tetapi bagi pelancong dari negara lain adalah luar biasa. Kita gunakan aset itu,” Tun Mahatir menjelaskan.

Kado di Usia ke-50

Memperkenalkan budaya dan pariwisata NTT ke mancanegara adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Kain tenunan adalah warisan budaya yang sudah turun temurun dan mempunyai nilai tambah. Karena jika secara terus menerus diperkenalkan dan dipasarkan secara global maka sekaligus juga dapat meningkatkan daya beli
masyarakat dunia.

Sehingga bertepatan dengan momentum Rakernas Partai Nsdem, Bunda Julie spontan didulat mengenakan selendang kain tenun Sumba NTT ke pundak Tun Mahatir. Memberikan pengalungan kain tenun khas NTT kepada sosok yang sangat berpengaruh di negeri Jiran Malaysia, Tun Mahatir Mohamad.

Apalagi diikuti dengan diplomasi politik yang diserukan Bunda Julie. Dimana secara langsung ia mengutarakan pertanyaan promotif ke orang terpandang di negara Malaysia itu.

Dan bagi Bunda Julie, ini adalah sebuah kehormatan yang luar biasa. Lagian tepat di usianya yang ke-50 Tahun.

Pecinta sekaligus salah satu sosok yang ikut memperjuangkan tenun ikat NTT hingga dikenal luas ke mancanegara.

Bunda Julie merasa sangat bangga diberikan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, serta seluruh kader Nasdem di arena Rakernas saat itu. Hingga tak henti-hentinya dia mengutarakan rasa syukurnya.

“Puji Tuhan ini pengalaman sekaligus kado yang luar biasa,” ungkap Bunda Julie. +++ */citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.