Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Kisah SUKSES Mama BAMBU Tentang Bunda JULIE Laiskodat Dibalik Rumpun BAMBU

CitraNews

Ada juga proram penanaman dengan dana yang dialokasikan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebanyak 150 ribu bibit. Dari jumlah tersebut, yang sudah ditanam sebanyak 107.260 bibit.

“Yang lebih banyak menanam itu dari mama-mama di Desa Gololoni,” jelas Maria melalui sambungan telepon, Senin 19 September 2022.

Keterlibatan Pihak Gereja

Dalam menjalankan program bambu ini, selain keterlibatan para kaum ibu, atau oleh YBL biasa disebut Mama-mama Pelopor, juga berkolaborasi dengan berbagai pihak.

Menurut dia, yang utama terlibat dalam mendukung program ini adalah dari pihak gereja.

“Ada keterlibatan pihak gereja yakni Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Pita, OMK Paroki Mbaling, juga Umat Paroki Wairana,” ujar Maria.

Baca Juga :  LAMA Dibiarkan MENGANGA, Walikota CHRISTIAN Nyatakan RUAS Jalan Taebenu SEGERA Diperbaiki

Dalam bekerja dan dengan target yang diberikan, Mama-mama Pelopor ini diberi fasilitas berupa handphone android.

Selain agar mereka bisa mengenal teknologi, juga bisa mengupdate data berapa jumlah bibit yang sudah ditanam, berapa yang mati, berapa yang hidup, serta berapa yang diganti.

“Selama ada hanphone android, sangat membantu pendamping karena di lapangan dengan jumlah personil sangat terbatas,” ungkap Maria.

Setelah bekerja terus menerus setiap saat, kata Maria, sampai pada Desember 2021, banyak cerita-cerita menarik yang diterima dari masyarakat, terutama dari Mama-mama Pelopor bahwa mereka sangat merasakan manfaat dari pembibitan bambu ini.

Baca Juga :  10 DUBES Bakal Gowes Sepeda BAMBU di WFC Labuan Bajo Flores

“Ada cerita mereka bisa membeli mesin perontok padi, membiayai pendidikan anak, ada juga yang bisa membeli beras dan bahan makanan. Ada juga yang bisa membiayai rumah sakit, saat ada yang sakit,” bebernya.

Yohana Owa, salah seorang ibu yang ikut terlibat dalam program Bambu Lestari bersama YBL asal Nagekeo mengaku sangat bangga. Karena lewat program ini, dirinya sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) bisa turut membantu perekonomian dalam keluarga.

Baca Juga :  Saat JAGUNG Jadi Emas Baru dari TANAH Kering NTT, Tarus Disulap Jadi LABORATORIUM HIDUP

“Yang paling utama adalah bisa membiayai anak untuk sekolah. Tetapi dengan hasil yang didapat juga bisa bangun rumah,” ungkapnya.

Menurut Yohana, pendapatan rata-rata yang diperolehnya dari Program Bambu Lestari ini sebesar Rp20 juta. Jumlah ini, jelas Yohana, diperoleh setiap setiap proses pembibitan anakan bambu yang sudah bertunas.

“Ini (pendapatan) sangat cukup untuk biaya dalam keluarga,” ungkap ibu dua anak dengan suami yang berprofesi sebagai petani ini.

Yohana mengaku sangat senang bisa terlibat dalam program ini. Dia berharap program ini bisa berlanjut, karena sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat.