Berkaitan dengan thema tersebut diatas, Ketua KKBM Kupang Agustinus Bajo menjelaskan, dua momentum Paskah dan Idhul Fitri digelar syukuran bersama.
KKBM berpandangan bahwa penyelenggaraan dua acara ini, jelas Agus, sebagai bentuk kerukunan dan toleransi warga Sikka di tanah rantau.
“Iya, acara ini bisa dikatakan unik. Kami Orang Maumere mengambil thema ini merupakan kerinduan dari kami Orang Maumere di Kota Kupang. Supaya ada sambung rasa persaudaraan dan toleransi antar keluarga Maumere yang beda agama ini,” demikian Agus dalam sambutannya.
Agus mengakui kalau acara akbar ini adalah untuk pertama kalinya di masa kepemimpinannya. Memang unik acara ini karena sanggup menyatukan dua keyakinan berbeda.
“Kami berharap agar toleransi dan kerukunan hidup antarumat dari Nian Tana Sikka itu terus dipupuk. Melalui silaturahim dan saling mengunjungi diantara sesama Orang Maumere adalah kunci dalam menjaga ukhuwah KKBM”, tandasnya.
Hal senada juga dikatakan Ketua Panitia Melce Henriques. Bahwa agenda acara itu adalah pertama kalinya dibuat. Yang walaupun lelah dan berbagai dinamika yang terjadi tapi kami bersyukur acara bermartabat ini berlangsung aman dan tuntas.

“Ini pertama kali kita kolaborasikan antara Paskah pestanya orang Katolik dengan Halal Bihalal pestanya saudara kita dari Muslim. Acara ini penting dan bermakna persatuan. Sebagai wadah persaudaraan yang mempersatukan perbedaan yang ada. Persatuan dan kesatuan justru timbul dari acara-acara seperti ini,” tegas Melce.
Memeriahkan acara akbar ini disuguhkan tarian Hegong dari paguyupan AMA Bello. Musik Suling dari paguyupan IKAGO, Musik Kampung dari Paguyupan Hiroheling. Dan diikuti menari ria oleh para undangan yang hadir. Tidak kecuali Ny. Lusia Adinda Lebu Raya.
Terpantau awak portal berita citra-news.com, tidak semua warga KKBM hadir pada kesempatan ini. Akan tetapi representasi dari semua kelompok arisan (paguyupan) Orang Maumere.
Ini dibuktikan dengan penyerahan buku Anggota KKBM oleh FransTola. Juga keterwakilan dari kelompok arisan menyuguhkan pentas seni yang beragam budaya yang dimiliki Orang Maumere.
Dihadiri para sesepuh KKBM, diantaranya Lusia Adinda Lebu Raya, Nas Conterius, Theo Widodo, Theo Da Chuna, Kamaruli, Welem Enga, Kris Nurak, Paul Mboi dan beberapa lainnya.
Juga hadir beberapa tokoh pemuda seperti Frans Tola, Yance Soda, Tomy Seru, Gorys Mbete selaku Sekretaris Panitia (Sekpan), dan beberapa tokoh muda lainnya.
Adapun acara misa syukur itu dikemas apik oleh Sekjen KKBM Fidelis Nong Nogor dan Sekpan Gorys Mbete ini dipimpin RD John Rusae, RD Sipri Senda, RD Fariz Paut. Dan dikawal ketat oleh Kelompok Mahasiswa Asal Maumere. +++ marthen/citra-news.com













