Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Menepis KERAGUAN Di Balik Kerjasama KUB Bank NTT Dengan Bank DKI

Reporter: Marthen RadjaEditor: Dedy -Rumah Web Jakarta
CitraNews

Atau mininum memiliki Rp 1 triliun sepanjang BPD tersebut tergabung menjadi anggota dari Kelomok Usaha Bank (KUB). Dan apabila tidak terpenuhi maka BPD tersebut wajib menyesuaikan bentuk usahanya menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Lagi-lagi John Praing menegasikan bahwa kerjasama KUB yang telah digagas tersebut, sejak awal tahun 2024 Bank NTT dan Bank DKI terus melakukan koordinasi untuk percepatan pembentukan KUB antara Bank NTT dengan Bank DKI.

Strategi KUB ini dipertegas lagi oleh keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa (LB) pada tanggal 08 Mei 2024. Bahwa RUPS dan RUPS LB Menyetujui rencana pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB).

Baca Juga :  Wamendagri BIMA Arya Beri Apresiasi Inovasi MPP di RSUD S.K Lerik KOTA Kupang

Selanjutnya pada tanggal 20 – 21 Mei 2024 telah dilakukan pertemuan konsinyering antara Bank NTT dengan Bank DKI dalam rangka pembentukan KUB.

Berdasarkan timeline pada bulan Juni telah memasuki tahapan due diligence. Dimana dimulai dengan dilakukan kick off zoom meeting pada tanggal 06 Juni 2024, dihadiri oleh Bank DKI dan Bank NTT.

Kika : Hilarius Minggu dan  John Praing saat Temu Pers di Kupang, Senin 10 Juni 2024. Doc. marthen radja/citra

Saat zoom meeting tersebut juga diikuti konsultan pendamping pihak Bank NTT yang telah dipilih oleh Bank DKI untuk melakukan proses due diligence KUB. Yaitu PT Karya Lima Capital sebagai sebagai Konsultan Finansial Advisor, Akuntan dan Pajak serta Umbra Lawfirm sebagai Konsultan Hukum.

Baca Juga :  KREDIT Mikro MERDEKA Bantu Peternak NTT Pulih Lebih CEPAT Bangkit Lebih KUAT

Proses due diligence merupakan tahapan terkait penilaian kelayakan Bank NTT untuk ber-KUB dengan Bank DKI. Selanjutnya hasil due diligence tersebut akan diajukan kepada Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank DKI, yang apabila disetujui selanjutnya akan dilakukan evaluasi saham serta penyertaan modal.

Punya Asset Puluhan Triliun

Menjawab wartawan soal manfaat, besaran penyertaan modal dan angka waktu pengembalian modal dari Bank DKI, John Praing menjelaskan manfaat Bank NTT ber-KUB dengan Bank DKI cukup banyak.

Dikatakannya, Bank DKI merupakan salah satu BPD uang memiliki aset terbesar dari semua BPD yang ada di Indonesia. Pada posisi Desember 2023 Bank DKI telah memiliki total asset sebesar Rp 83 triliun. Dan Modal Inti Rp 10 triliun dengan komposisi Modal Disetor tercatat sebesar Rp 6,58 triliun.

Baca Juga :  Aplikasi B-PUNG PETANI Bank NTT Jadi KUNCI Pengendalian INFLASI PANGAN

“Atas kekayaan (asset) yang dimiliki tersebut maka Bank DKI ditunjuk oleh OJK untuk dapat menjadi Induk KUB terhadap BPD lainnya yang belum memenuhi persyaratan MIM. Dan Bank NTT salah satu BPD yang belum memenuhi persyaratan MIM senilai Rp 3 triliun itu”, tandasnya.

Lebih jauh John Praing membeberkan, Bank DKI juga punya keunggulan lain. Bahwa Bank DK memiliki Tingkat Kesehatan Bank dan Tata Kelola yang Baik dan Stabil.

Sumber: Liputan langsung
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Pemegang Saham Pengendali, RUPS, Shareholders Agreemenr. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Pemegang Saham Pengendali, RUPS, Shareholders Agreemenr.