Kefi juga mengakui, sudah
dalam tiga tahun berturut sejak tahun 2022, tahun ini lebih meriah. Karena Rektor STAKN telah melibatkan banyak mahasiswa asal Papua di Kota Kupang”, ujarnya.
Sembari menitipkan pesan dan harapan, bahwa kerjasama, kolaborasi, serta sinergisitas semua pihak bisa melahirkan semangat persatuan dan kesatuan.
Dengan kegiatan seperti ini akan menambah nuansa, wawasan, pikiran, dari warga Papua yang ada di NTT khususnya Kota Kupang yang cinta NKRI.
“NKRI adalah Harga Mati bagi kita semua warga Indonesia. Karena itu mari kita bangun NKRI ini, baik yang dari Timur Papua maupun di Timor Kota Kupang NTT ini untuk tetap satu dan utuh membangun Indonesia Raya”, ucap Kefi.
Kika : YOHAN Kefi dan BARBER Siep Karoba, ST. Doc. marthen radja/citra-news.com
Dia juga berharap semoga dengan kegiatan meriahkan Kemersekaan RI, pemeritah Kota Kupang dan Pemprov NTT bisa memahami arti pentingnya keterlibatan masyarakat di momentum seperti ini.
Manakala ada kegiatan serupa baik oleh Pemkot Kupang maupun Pemprov NTT, perlu masyarakat dilibatkan secara aktif. Apakah melalui mahasiswa atau kelompk masyarakat. Sehingga terjalin rasa kebangsaan, persatuan yang erat antara warga lokal dengan kelompok warga migran lainnya.
Tadi sudah saya (Yohan Kefi, red) sebutkan bahwa kegiatan sosial seperti ini terasa juga di hari raya keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru. Bahwa demi menjaga persatuan dan kesatuan maka semangat toleransi harus juga terus dipupuk.
Saya sebagai Ketua RT 05 khususnya disini tidak ada saling sekat atau gesekan-gesekan yang berarti hingga menimbulkan perpecahan. Buktinya gedung GIDI Papua yang berdiri di wilayah RT 05 selalu aman.
“Kami selalu bangun komunikasi baik. Dengan beberapa pendeta (Pdt.) yang berasal dari luar NTT, seperti pak Pdt. Barber Siep Karoba, ST untuk jemaat bless. Juga Pdt. Thomas Keka dari dedominasi Gereja Pentakosta”, tuturnya. +++ marthen/citra-news com













