Menjawab pelestarian hutan bambu dalam kaitannya dengan land cover, menurut Viktor bambu tidak sekadar penutup lahan. Tapi dari sisi ekologi tanaman bambu sangat bermanfaat. Selain untuk merawat tanah yakni mencegah erosi dan banjir tanaman bambu juga berfungsi untuk merawat atau menyimpan air, serta merawat udara.
Oleh karena tanaman bambu ini bermanfaat ganda maka sepatutnya budidaya tanaman menjadi program andalan di desa-desa.
“Indikator desa tertinggal itu antara lain kerawanan bencana erosi, longsor, dan banjir. Kemudian masalah kesulitan air bersih maka tanaman bambu solusinya. Karena dalam satu rumpun bambu (betung) akan dapat menyimpan 3.500 sampai 5000 liter air setahun”, kata Viktor.
Dalam hal merawat udara, lanjut dia, dengan adanya pemanasan global maka tanaman bambu dapat mereduksi emisi karbon. Jika saja dalam satu hektar ditanami 75 rumpun bambu. Maka ia mampu mereduksi 50 ton emisi karbon.
Viktor mengakui masyarakat di Pulau Flores umumnya memandang tanaman bambu tidak sekadar penutup lahan atau merawat ekologi (lingkungan). Akan tetapi juga merawat budaya.
“Orang Flores dalam ritual adat masak pakai bambu. Buat rumah pakai bambu, alat musik pakai bambu, simpan bahan pangan dari anyaman bambu. Dan peralatan pertanian juga pakai bambu. lni menunjukkan tradisi budaya yang ramah lingkungan, bukan?”, tuturnya.
Ada tiga jenis bambu yang selalu dibudidayakan. Yaitu bambu Aur yang cicok ditanami di lahan kering atau lahan kritis. Untuk jenis bambu Pering dan Betung lebih cocok ditanam di area pinggiran kali atau bantaran sungai. Fungsinya untuk menahan longsoran tanah akibat hujan deras atau menahan banjir. +++ marthen/CNC












