GURU Membuat Orang Jadi ORANG HEBAT

HILMAT H.P. Tefa, Kepala SDN Penmina Kabupaten TTS Provinsi NTT. Doc.CNC/jor tefa-Citra News.

Guru Bukan Orang Hebat Tapi Semua Orang Hebat adalah Jasa dari Guru. Thema ini menggambarkan betapa besar dan beratnya tanggungjawab guru dalam pengabdiannya. Guru dalam memanusiakan manusia dipandang sebagai the second creator (pencipta kedua).

Citra-News.Com, SOE – SALAH SATU tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan ini sebagian besar diambilalih oleh guru dalam perannya sebagai pendidik dan pengajar. Sadar akan peran besar dari para guru ini negara menetapkan tanggal 25 November setiap tahun dirayakan sebagai Hari Jadi Guru atau Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Dan dirayakan secara masif di seluruh pelosok wilayah NKRI.

Uniknya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bertepatan dengan HUT PGRI ke-74 tanggal 25 November 2019, Bupati Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), EGUSEM Pieter (EPY) Tahun melaksanakan apel akbar di Taman Wisata BU’AT Desa Noinbila Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten TTS. Tidak juga sekadar menggelar apel bendera tapi Bupati Epy sekaligus melantik pejabat fungsional guru sebagai kepala UPT dan kepala sekolah.

Bupati EPY Tahun ketika berada di Taman Wisata Bu’at Kabupaten TTS Provinsi NTT. Doc.CNC/jor tefa-Citra News.

Bupati Epy dalam sambutannnya mengingatkan agar para pejabat fungsional ini melaksanakan tugas dan fugsinya secara baik. Ada fakta yang menyebutkan persoalan yang terjadi pada kalangan guru adalah meninggalkan tugas sampai berbulan-bulan lamanya.

Ketika ditanya alasannya, lanjut Bupati Epy, ada guru yang mengatakan karena persoalan rumah tangga. Suami tgas di kota sedangkan istri ditinggal berada di desa. Demikian pula sebaliknya. Mirisnya, ada banyak oknum guru dan pegawai yang amoral. Sehingga ke depan persoalan semacam ini akan dipertimbangkan dalam penempatan pegawai atau guru.

‘Saya tegaskan kepada pejabat yang dilantik hari ini ketika berada di tempat tugas jangan nakal. Karena ada beberapa kasus yang ditangani oleh penegak hukum di TTS menyangkut tindakan kekerasan terhadap anak dibawah umur. Dan kasusnya itu diselesaikan secara damai. Saya ingatkan harus diselesaikan melalui proses putusan di sidang pengadilan. Sehingga pelaku diberi efek jera,”kata Bupati Epy.

Sembari menambahkan agar para guru memperhatikan anak dalam berpakaian. Jika anak berpakaian tidak sopan mohon ditegur keras. Sehingga tidak menimbukan pikiran kotor pada teman-temannya, gurunya dan masyarakat di lingkungan.

Bukan saja siswa yang pakaiannya diperhatikan. Guru juga harus berpakaian yang sopan sehingga menjadi teladan buat siswa atau para pendidik.  “Guru bukan pahlawan tapi Guru menciptakan Pahlawan. Guru tidak hebat tapi guru membuat orang menjadi hebat,”ungkap Bupati Epy.

Menurut Bupati Epy Hari Guru Nasional telah ditetapkan pada tahun 1994 sesuai dengan Keputusan Kresiden Nomor 78 tahun 1994, dan undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Sehingga setiap tanggal 25 November setiap tahun  selalu diperingati sebagai hari ulang tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

“Peristiwa hari ini tanggal 25 November, kita merayakan hari guru nasional dengan upacara bersama di Taman Rekreasi Bu’at Desa Noinbila Kecamatan Mollo Selatan. Mengapa kita selenggarakan di taman wisata. Ini sebagai wujud kepedulian sekaligus mengedukasi anak-anak sekolah agar selalu mencintai terhadap lingkungan hidup dan ikut melestarikannya,”ungkap Bupati Epy.

Kepala SDN Penmina, Hilmat H.P. Tefa kepada media awak citra-news.com  mengungkapkan, menjadi seorang guru tidaklah gampang. Tidak ganya sebagai pengajar namun juga sebagai pendidik. Aretinyha mengambil sebagian peran orantgtua.

‘Kalau jaman dulu, guru dianggap sebagai pengganti orang tua di sekolah. Namun dengan adanya kasus-kasus yang sering mencuat ke publik maka peran guru tidak dianggap sebagai pengganti orang tua. Tapi bergeser sebagai orang yang dibayar (pengajar) sehingga guru dianggap sebagai profesi belaka,”beber Hilmat.

Suasana Pelantikan 178 guru jadi pejabat Kepala Sekolah dan Kepala UPT se-Kabupaten TTS, Provinsi NTT di Taman Wisata Bu’at, Senin 25 November 2019. Doc.CNC/jor tefa-Citra News.

Sebagai pengajar maka fungsi guru, tambah Hilmat,  adalah sebatas membagi ilmu pengetahuan saja. Terserah saat guru mengajar siswa mau dengar atau tidak bukan urusan guru. Yang penting nilai bagus dan tidak peduli siswa itu paham atau tidak pelajaran yang disampaikan.

Itu kasuistis yang tentunya tidak melakukan hal serupa. Ada guru yang mendidik dengan hati, dimana selalu menggunakan metode pendekatan untuk membentuk karakter anak sesuai dengan usia dan tingkatan.

“Peringatan hari guru yang diselenggarakan dengan upacara bersama di Taman Wisata Bu’at, maka semua mata melihat, dan semua telinga mendengar. Bahwa tanpa guru maka semua yang kita lakukan akan menjadi sia-sia. Dari guru maka lahirlah pikiran dan tindakan yang luar biasa,”ungkap Hilmat. +++ jofan/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *