Kelemahan kita masyarakat adalah kurang komunikasi. Dimana titik lokasi jalan rusak, berapa jumlah penduduk yang bermukim, dan di titik mana yang belum diaspal.
“Harusnya saya datang ini ditemani olwh dua irang anggota DPRD Kota Kupang. Tapi tidak bisa hadir karena mereka sedang Bimtek. Jadi kita pasti menjawab keluhan warga terutama di RT 03, RT 04, dan RT 06. Dan beberapa RT lain yang punya masalah dan membutuhkan segera untuk dieksekusi”, tegas Fernando.
Terkait dengan daya listrik naik turun nanti saya konunikasikan dengan PLN. Karena memang PLN itu selalu beralasan jumlah penduduknya masih kurang sehingga belum dipasangkan lampu. Tapi kalau ada “kepentingan” mau satu dua rumah saja mereka langsung pasang lampu.
Hal lainnya masalah digitalisasi yang belakangan merambah ke anak-anak dibawah umur. Memang ini menjadi kewenangan Pemerintah pusat melalui Menteri Kominfo dan Digitalisasi. Akan tetapi pengawasan utamanya adalah orangtua.
Jadi bukan harus pihak sekolah atau penyuluhan dari pemerintah. Tugas paling besar adalah kwluarga. Dan orangtua itulah memegang peranan penting dalam menjaga dan mengawasi anak-anak memanfaatkan media sosial melalui handphone.
Masalah penanganan sampah juga menjadi topik diakusi pada reses Fernando Sores. Dia mengakui Kota Kupang masalahnya pada TPS (tempat Pembuangan sampah).
“Saya yakin di Kelurahan Bello belum ada armada mobil sampah yang rutin mengangkut sampah. Apakah karena kurang armada dan tenaga”, imbuh Fernando.
Dia menambahkan, di beberapa wilayah ada terbangun tempat sampah. Tapi karena minimnya petugas dan armada menjadikan sampah berserakan tak keruan dan menimbulkan bau tak sedap. Hal ini juga kita sampaikan langsung ke Pemerintah dan DPRD Kota Kupang untuk solusinya.
Usai tatap muka aebagai ucapan terima kasihnya Fernando memberkan bingkisan ala kadarmya untuk warga. Sejumlah warga mengatakan Fernando adalah tipe pemimpin yang punya komitmen dan konsisten terhadap hal-hal yang pernah dia janjikan.
“Ketika datang pertama kali di rumah pak Melky ini, waktu masih sebagai calon anggota DPRD Provinsi NTT. Saya katakan entah terpilih atau tidak terpilih harus datang sampaikan terima kasih keoada konstituennya. Faktanya hari ini dia datang juga. Apalagi sebagai Wakil Ketua DPRD NTT, tentunya beliau punya komitmen yang kuat untuk membangun rakyat. Dari pernyataanya tadi saya yakin pasti beliau konsisten dengan persolaan rakyat in”, ungkap Domi Kopong. +++ marthen/ citra-news.com












