Dia mengatakan, Kejurda adalah bentuk komitmen pembinaan atlet di daerah, sekaligus sarana menjaring dan menseleksi bibit unggul dari seluruh kabupaten dan kota se-NTT.
“Bagi kami Kejurda ke-3 ini bukan hanya kewajiban tahunan. Akan tetapi bagian dari strategi besar untuk memboyong atlit Cabor Atletik berlaga di PON 2028, sekaligus membangun masa depan atletik NTT”, tegasnya.
Lebih lanjut Theo Widodo menjelaskan, penyelenggaraan Kejurda PASI tahun ini tidak lagi bersifat open tournament. Jadi hanya atlet yang diutus dan mewakili kabupaten/kota yang dapat mengikuti kompetisi. Hal ini dilakukan demi menjamin pembinaan yang berbasis wilayah.
Menjawab wartawan model pembinaan atlit, jelas Theo, dalam rangka peningkatan kualitas teknis penyelenggaraan pertandingan, Kejurda Atletik 2025 juga akan dirangkaikan dengan coaching clinic untuk pelatih, juri, dan wasit.
“Kami ingin peningkatan kualitas bukan hanya pada atlet, tetapi juga SDM-nya dari para pelatih, oficial, dan tenaga teknis di lapangan. Pelatihan ini penting untuk keseragaman pemahaman regulasi.
Penghargaan PB PASI
Dalam kesempatan tersebut, Theo juga mengungkapkan bahwa PASI NTT baru saja menerima kepercayaan dari Pengurus Besar (PB) PASI.
Bahwa Pengprov PASI NTT menjadi satu dari hanya dua provinsi di Indonesia yang ditunjuk untuk ikut serta dalam tim penjaringan dan penyaringan calon Ketua Umum PB PASI, menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan.












