“Kami pastikan tata kelola diperbaiki agar Bank NTT semakin sehat, profesional, dan mampu menopang pembangunan daerah serta mendukung program nasional”, ujarnya.
Ia menambahkan, posisi mantan Pelaksana Tugas Direktur Utama (Plt. Dirut) Yohanis Landi Praing akan dikonsultasikan dengan OJK untuk menentukan kelayakannya menempati jabatan baru di struktur direksi.
Majukan Usaha Women Entrepreneur
Diketahui, Charlie Paulus adalah ‘Anak Tanah’ (putra daerah, red) dari Nian Tana Sikka, Lepo Weru Wenger Maumere.
“Saya orang asli kelahiran Maumere dan sudah puluhan tahun hidup di
Jakarta. Saya lulusan Universitas Indonesia dan berkarier di sektor perbankan. Saya pulang ke NTT untuk membangun Bank NTT yang Produktif dan Inklusif”, ucap Charlie usai Gubernur Melky gelar temu pers di Lt. 2 Gedung Sasando Kupang.
Pria asal Maumere Kabupaten Sikka itu mengatakan, ia kembali ke tanah kelahirannya setelah tiga dekade berkarier di dunia perbankan nasional, dengan tekad menjadikan Bank NTT sebagai penggerak ekonomi produktif dan inklusif.
Kepada wartawan dia mengatakan, secara internal membangun kerjasama yang solid tapi produktif dapat mendorong Kredit Produktif utamanya untuk pembiayaan Perempuan Pengusaha (Women Entreprenur).
“Sekarang porsi kredit konsumsi kita tinggi sekali, sementara kredit komersial masih rendah. Kami akan dorong kredit produktif agar ekonomi daerah tumbuh lebih kuat, utamanya untuk kelompok perempuan,” ujar Charlie.
Ia menegaskan komitmennya membawa Bank NTT menuju arah baru, bank daerah yang tak hanya sehat dan menguntungkan, tetapi juga memberi dampak langsung bagi masyarakat. Fokus utamanya adalah memperbesar pembiayaan bagi sektor riil, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta perempuan pelaku usaha di berbagai kabupaten dan kota.
“Langkah awal dilakukan adalah memperkenalkan program “Woman Entrepreneur”, sebuah inisiatif pembiayaan khusus bagi perempuan pengusaha di sektor kuliner, kerajinan, dan pariwisata. Karena banyak industri pendukung pariwisata dikelola oleh perempuan. Kami ingin bantu mereka tumbuh. Bahkan, pengalaman menunjukkan kredit macet perempuan justru lebih kecil dibanding laki-laki,” imbuhnya.












