Penegasannya itu diikuti dengan tindakan. Pada hari yang sama, Wali Kota Kupang Christian Widodo menyerahkan Bantuan Sosial sebesar Rp100 juta untuk pembangunan Gereja Kuasi St. Andreas Lasiana. Bantuan itu diserahkan bertepatan dengan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam dan perayaan Hari Orang Muda Sedunia, dipimpin oleh Pater Metodius Bria, CMF.
Turut hadir Ketua TP PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya Widodo, Kabag Kesra, Kabag Prokopim, dan sejumlah jajaran Pemkot lainnya. Bagi umat St. Andreas, bantuan ini bukan sekadar angka. Bansos ini hadir di saat gereja yang adalah sebuah komunitas besar tengah membutuhkan ruang ibadah yang lebih layak.
Diketahui, Kuasi Gereja Santu Andreas Lasiana menaungi 6 wilayah, 21 lingkungan, dan lebih dari 3.300 umat basis. Pastor RD Hironimus Nitsae mengungkapkan rasa syukur mendalam.
“Kami sangat bersyukur. Ini bukti perhatian pemerintah terhadap umat. Terima kasih banyak Bapak Wali Kota, Ibu Wakil dan seluruh jajaran”, ungkap RD Nitsae.
Kupang Rumah Damai
Christian Widodo dalam sambutannya juga menyampaikan kabar baik. Bahwa Kota Kupang baru saja meraih Penghargaan sebagai salah satu dari 4 (empat) kota paling Cinta Damai dan Inklusif di Indonesia versi Kompas TV, serta kembali masuk 10 besar Indeks Kota Toleran di Indonesia.
Menurutnya, capaian itu bukan semata karya pemerintah, tetapi buah dari persaudaraan antarumat beragama di Kota Kupang. “Ini kerja sama semua pihak. Iya, Gereja, Masjid, Pura, dan semua elemen masyarakat. Toleransi membuat Kupang menjadi rumah yang damai bagi semua”, tegasnya.
Christian lebih lanjut mengatakan bahwa pembangunan Kota Kupang ini bukan hanya soal gedung dan jalan, tetapi juga tentang lingkungan yang bersih, ruang ibadah yang nyaman, udara yang sehat, dan hubungan sosial yang saling menghargai.












