“Semua proses berjalan berdasarkan regulasi dan AD/ART koperasi, dengan prinsip transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Dari Ruang Rapat ke Kehidupan Nyata
Bagi banyak anggota, Pra-RAT bukan sekadar forum laporan tahunan. Ia adalah ruang berbagi pengalaman—tentang usaha kecil yang bangkit karena pinjaman koperasi, tentang keluarga yang terbantu modal pendidikan, hingga tentang harapan membangun masa depan tanpa jerat utang ilegal.
Di antara deretan kursi, tampak wajah-wajah yang merepresentasikan denyut ekonomi rakyat: pedagang kecil, petani, pelaku UMKM, hingga pekerja informal. Mereka datang membawa cerita masing-masing, dan pulang dengan semangat baru.
Wali Kota pun mengajak seluruh elemen—pemerintah, masyarakat, lembaga sosial, dan keagamaan—untuk terus merajut kolaborasi. Baginya, pembangunan ekonomi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.
Dengan mengucap syukur, Christian Widodo akhirnya mengetuk palu pembukaan Pra-RAT XXXVII. Tepuk tangan bergema, bukan hanya sebagai tanda dimulainya agenda, tetapi sebagai simbol tekad bersama.
Melalui semangat “Bersama Membangun Kekuatan”, KSP Kopdit Swasti Sari meneguhkan posisinya sebagai pilar ekonomi kerakyatan di Nusa Tenggara Timur.
Dari ruang auditorium itu, sebuah pesan mengalir ke penjuru kota: bahwa di tengah tantangan zaman, kekuatan sejati lahir dari kebersamaan, kepercayaan, dan konsistensi.
Dan di Kupang, harapan itu terus dinyalakan—dari koperasi, untuk rakyat, demi masa depan yang lebih berdaulat secara ekonomi. +++ marthen/*












