Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Gubernur MELKY Sodorkan TIGA HAL yang Menyelamatkan NAFAS FISKAL Daerah

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

“Pajak itu kewajiban warga negara dan hak negara”, tegas Gubernur Melky. Namun Gubernur Melky tidak ingin pendekatan yang dipakai sekadar penagihan formal. Ia justru meminta Samsat membangun gerakan sosial bersama pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepolisian, hingga Jasa Raharja.

Di beberapa wilayah, menurutnya, suara pendeta bisa lebih didengar dibanding aparat. Di tempat lain, masyarakat mungkin lebih mendengar ustaz atau tokoh adat. Karena itu, pendekatan sosial dianggap lebih efektif dibanding sekadar razia dan imbauan administratif.

Gubernur Melky juga menyoroti banyaknya kendaraan di Alor yang masih menggunakan pelat nomor luar daerah. Akibatnya, kendaraan beroperasi di NTT tetapi pajaknya dibayar di provinsi lain. Ia meminta proses mutasi kendaraan dipermudah agar potensi pendapatan tidak terus bocor keluar daerah.

Baca Juga :  TOLAK Oknum GURU SMKN 5 Kupang Bikin Aksi Demo BERULANG

“Kalau kendaraan dipakai di sini (Kabupaten Alor, red) maka pajaknya juga harus dibayar di sini,” ujarnya.

Namun perhatian Gubernur Melky tidak berhenti pada sektor kendaraan bermotor. Ia juga menyinggung kebocoran pendapatan di sektor perikanan, yang merupakan salah satu kekuatan utama Alor sebagai daerah kepulauan.

Baca Juga :  Akibat TUNDA Bayar Pajak DENDA Menumpuk, Hasilnya Kena TILANG

Menurutnya, hasil laut yang ditangkap di perairan Alor masih sering dicatat di luar daerah. Praktik itu membuat daerah kehilangan potensi pendapatan yang seharusnya masuk ke kas daerah.

Ia meminta seluruh hasil laut yang keluar dari Alor wajib tercatat dan distempel dari daerah asal produksi. Pengawasan terhadap kualitas dan volume tangkapan pun diminta diperketat.

Gubernur Melky mengingatkan masih ada praktik manipulasi data kualitas hasil tangkapan yang dapat mempengaruhi nilai penerimaan daerah.

Baca Juga :  BERPACU di Tengah Pandemi COVID19 Menuju BANK Berstandar Nasional

Sorotan ketiga pada sektor kehutanan. Untuk hal ini Gubernur Melky mencoba mendorong pendekatan berbeda. Ia tidak ingin masyarakat hanya diminta menjaga hutan tanpa mendapat manfaat ekonomi. Karena itu, ia mendorong pengembangan hasil hutan bukan kayu seperti madu, serai wangi, dan berbagai produk sosial kehutanan lainnya.

Menurutnya, konservasi akan lebih mudah dijaga bila masyarakat ikut merasakan manfaat ekonomi secara langsung. Pola yang sama juga didorong di sektor kelautan dan pariwisata konservasi.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Biaya Pajak Kendaraan Bermotor. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Biaya Pajak Kendaraan Bermotor.