Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Polkam  

Menuju KUPANG Kota MODERN, Transformasi dari Pelayanan SPBE Bukan Lagi PILIHAN Melainkan KEWAJIBAN

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Pernyataan Camat Ully ini bukan sekadar ajakan mengikuti perkembangan teknologi. Di baliknya tersimpan pesan yang lebih besar bahwa birokrasi tidak boleh lagi menjadi penghambat pelayanan publik. Ia juga mengingatkan bahwa filosofi pemerintahan modern adalah “To Govern is To Serve” – Memerintah berarti Melayani. Dengan kata lain dari pemerintah yang mengatur menjadi pemerintah yang melayani. Karena itu, pelayanan publik harus terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat yang kini menginginkan proses yang lebih cepat, mudah, dan bisa diakses secara digital.

Baca Juga :  EMPAT Sertifikat Tanah, BUKTI Yuridis Untuk Pemkot Kupang

“Jadi sesungguhnya sistem digitalisasi itu bukan menggantikan manusia, tetapi
mempermudah pelayanan. Dan perubahan itu bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sebuah keharusan”, tegasnya berulang.

Pernyataan Camat Ully ini mengungkap fakta saat awak portal berita citra-news.com memasuki ruang pelayanan di Kantor Camat Maulafa. Benar adanya bahwa wajah birokrasi sedang berubah. Di balik meja pelayanan, bukan lagi tumpukan map yang menjadi andalan, melainkan layar komputer, aplikasi, dan puluhan administrator yang memastikan setiap data bergerak secara cepat.

Baca Juga :  Digitalisasi PAJAK, Sekda Jefry : CEGAH Kebocoran dan PERKUAT Transparansi

Di Kantor Camat Maulafa, transformasi digital bukan sekadar slogan. Dari total 26 pegawai yang bertugas, sebanyak 14 orang dipercaya menjadi administrator berbagai layanan digital. Masing-masing memiliki tugas khusus sesuai bidang pelayanan.

Sambari menunjuk catatannya Camat Ully menyebut, staf kami disini (Kantor Camat Maulafa,, red) ada 14  pegawai sebagai admin yang mengoperasikan sistem digitalisasi sesuai bidang tugasnya masing-masing. Ada admin penanganan kebencanaan, ada admin media sosial, ada admin Analisis Jabatan (Anjab), ada admin aplikasi Sodamolek, ada admin internet, ada admin percepatan penanganan stunting, hingga berbagai administrator lainnya yang menjadi tulang punggung pengelolaan data elektronik.

Baca Juga :  SEMUA Pihak Harus MENJAGA Iklim KONDUSIF Selama Proses PILKADA

Menurutnya, model kerja seperti ini membuat pelayanan tidak lagi bergantung pada dokumen fisik semata, tetapi didukung oleh sistem data yang lebih cepat diakses dan diperbarui. Ketika masyarakat membutuhkan informasi tertentu, petugas yang menangani bidang tersebut dapat segera memberikan layanan berdasarkan data yang telah terdigitalisasi.

SPBE Fondasi Smart City