Karena itu, ia berharap kebersamaan yang terbangun melalui momentum kemerdekaan tidak berakhir ketika pertandingan selesai. Semangat itu harus dibawa kembali ke ruang kerja, menjadi energi baru untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menariknya, permainan rakyat mendapat tempat khusus dalam rangkaian kegiatan tersebut. Bagi Doris, permainan rakyat bukan sekadar hiburan masa lalu yang dimainkan untuk mengisi waktu luang.
Di balik kesederhanaannya, permainan rakyat menyimpan nilai sportivitas, kreativitas, gotong royong dan kebersamaan. Nilai-nilai itulah yang menurutnya perlu terus diperkenalkan kepada generasi berikutnya.
“Permainan rakyat adalah bagian dari kekayaan budaya kita. Kalau bukan kita yang merawat dan memperkenalkannya kembali, maka perlahan-lahan permainan tersebut dapat ditinggalkan oleh generasi berikutnya,” tegasnya.
Pesan itu terasa relevan dengan tugas Dinas Parekraf NTT. Sebab, budaya lokal bukan hanya warisan yang harus disimpan, tetapi juga kekuatan yang dapat dikembangkan menjadi bagian penting dari pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Ruang Kebersamaan
Sementara itu, Fungsional Adyatama Pariwisata yang dipercayakan sebagai koordinator kegiatan, Stevy Saduk, mengatakan seluruh rangkaian acara dipersiapkan bersama tim dengan satu tujuan utama: menghadirkan ruang kebersamaan bagi seluruh ASN.













