Menurut Stevy, pertandingan hanyalah bagian kecil dari kegiatan. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh pegawai dapat menikmati suasana bersama, saling mengenal lebih dekat dan membangun kembali semangat kekeluargaan.
“Yang ingin kita bangun bukan hanya kompetisi, tetapi kehangatan persaudaraan dan kekeluargaan. Kita ingin seluruh ASN dapat menikmati momentum ini bersama-sama, saling mengenal lebih dekat dan membangun spirit baru,” ungkap Stevy.
Antusiasme pun terlihat dalam setiap pertandingan. Sekat jabatan dan bidang tugas seolah menghilang. Semua larut dalam tawa, sorakan, semangat berkompetisi dan kegembiraan yang jarang hadir di tengah rutinitas kantor.
Dari suasana sederhana itu muncul sebuah pesan yang lebih besar: mengisi kemerdekaan bukan hanya dengan mengingat jasa para pahlawan, tetapi juga dengan membangun kebersamaan dan bekerja sungguh-sungguh untuk daerah.
Bagi Dinas Parekraf NTT, semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang menang atau kalah dalam sebuah permainan. Ia menjadi momentum untuk merawat persaudaraan, memperkuat soliditas organisasi sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.
Sebab, kemerdekaan memang layak dirayakan dengan kegembiraan. Tetapi lebih dari itu, kemerdekaan akan terasa bermakna ketika kebersamaan melahirkan energi baru dan energi itu kemudian diwujudkan dalam karya nyata bagi bangsa dan Nusa Tenggara Timur. +++ marthen/paul













