Bagi Victor, Shorinji Kempo bukan sekadar olahraga yang mengajarkan teknik bertahan dan menyerang. Di dalamnya terdapat pendidikan karakter yang membentuk disiplin, sportivitas, semangat juang, serta sikap saling menghormati.
Ia berharap nilai-nilai tersebut terus tumbuh dalam diri setiap kenshi. Sebab, keberhasilan seorang atlet tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya medali yang dikumpulkan, tetapi juga oleh karakter, ketangguhan, dan sikap yang dibawanya dalam kehidupan sehari-hari.
Victor menilai kompetisi antardojo melalui LLMC merupakan kegiatan positif yang harus dipertahankan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, prestasi tidak mungkin hadir secara instan, melainkan merupakan hasil pembinaan berkelanjutan yang membutuhkan konsistensi dan dukungan banyak pihak.
Sebagai wujud perhatian terhadap masa depan atlet kempo NTT, Victor kemudian menyampaikan pemberian bonus Rp100 juta. Dukungan tersebut diharapkan menjadi penyemangat tambahan bagi para kenshi untuk meningkatkan kualitas latihan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
Pernyataan itu disambut aplaus para pengurus, pelatih, atlet, dan orang tua yang hadir di lokasi pertandingan. Sambutan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perhatian terhadap atlet memiliki arti penting bagi mereka yang selama ini bekerja keras membangun prestasi olahraga dari tingkat dojo.
Dukungan ini juga memiliki arti strategis karena NTT sedang mempersiapkan atlet kempo menghadapi dua agenda besar, yakni Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo di Nagoya, Jepang, dan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan diselenggarakan di NTT, NTB, dan DKI Jakarta.













