Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Program MBG Terburu-buru dan TIDAK RELEVAN Dengan Kondisi NTT

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

INOSENSIUS Frederikus Mui saat diwawancarai awak Portal Berita citra-news.com di gedung DPRD NTT, Kupang, Jumat (16/5). Doc. marthen radja/CNC

Citra News.Com, KUPANG – ANGGOTA DPRD Provinsi NTT, Inosensius Frederikus Mui mengatakan, program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah yang sedang dilaksanakan saat ini, terkesan buru-buru dan sangat tidak relevan dengan kondisi banyak daerah di Indonesia.

“Kita di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) contohnya, dengan kondisi geografis wilayah yang berpulau-pulau dan bergunung bukit terjal. Sementara infrastrukur jalan dari dan ke desa-desa terpencil sangat tidak memdai untuk mobilisasi MBG ke sekolah-sekolah”, demikian ADPRD NTT dari Fraksi Nasdem ini di Kupang, Jumat (16/5).

Baca Juga :  Jejak KORNELIUS MOA NITA di Tepian POLITIK Praktis

Menurut dia, program MBG sudah bagus untuk peningkatan gizi anak. Akan tetapi menjadi persoalan tersendiri dari sisi mobilisasinya. Untuk kita di NTT punya kendala soal mobilisasi bahan makanan dalam kemasan untuk sampai ke sekolah sasaran. Karena letak topografi kita bergunung dan berbukit terjal. Ditambah lagi keterbatasan infrastruktur jalan yang tidak semua desa punya akses jalan yang memadai.

Baca Juga :  ‘Tambal Sulam’ Kursi DPR di Ruang Kontestasi Pilkada

“Yang menjadi kekwatiran kita adalah makanan dalam kemasan (MBG) yang dikatakan punya kandungan gizi itu jadinya mubasir. Anak-anak tidak mau makan karena sudah basi. Jadi menurut kami Partai Nasdem, pelaksanaan program MBG terlalu terburu-buru. Mestinya harus dikaji dari banyak aspek sehingga tidak terkesan membuang-buang anggaran”, ujarnya.

Di sisi lain, sambung Fredy, ketersedian bahan pangan lokal untuk suplay chain (rantai pasok) program MBG. Tidak semua desa di NTT punya sentra pangan lokal, sayuran, dan buah-buahan. Apalagi peternakan sapi atau ayam untuk menu pelengkap MBG. Jika dipaksakan maka harus didatangkan dari luar berupa daging beku, bukan?

Baca Juga :  Target PAD TURUN, Celly: Upaya JUJUR dan SPEKTAKULER dari Melky dan Johny

Menjawab citra-news.com soal kebijakan Pemprov. NTT bahwa daya dukung MBG adalah Program One Village One Product (OVOP), Fredy meragukan apakah bisa mencukupi menu MBG dari bahan pangan lokal yang dimiliki di desa itu.

Sumber: Fredy Mui
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Program Makan Bergizi Gratis, Presiden Prabowo Subianto. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Program Makan Bergizi Gratis, Presiden Prabowo Subianto.