Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

PEREMPUAN NTT Menanam HARAPAN di Tengah TANTANGAN Zaman

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Citra News.Com, LABUAN BAJO – DI BAWAH naungan rumpun bambu yang bergoyang pelan di Kampus Bambu Komodo, suasana Jumat pagi itu terasa berbeda.

Di Jalan Bukit Cinta, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, banyak perempuan desa duduk melingkar, membawa cerita tentang tanah, benih, dan harapan.

Di tempat sederhana itulah, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johanis
Asadoma, menghadiri diskusi bertajuk Kebun Wanapangan Perempuan.

Baca Juga :  PERMUDAH Transaksi PETANI Gubernur dan Bank NTT Teken MoU Dengan PT Tolasi

Selama dua hari, Jumat (13/2) hingga Sabtu (14/2), ruang dialog ini menjadi titik temu antara kebijakan, pengalaman lapangan, dan mimpi kolektif tentang masa depan pangan dan lingkungan.

Perempuan Penjaga Kehidupan

Diskusi itu dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Wakil Menteri dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, serta Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dari Kementerian Kehutanan, Catur Endah Prasetiani.

Baca Juga :  KASEK Baru WAJIB Teken Perjanjian KINERJA

Namun, sorotan utama bukanlah pada kursi-kursi kehormatan, melainkan pada tangan-tangan perempuan yang sehari-hari bergelut dengan tanah, air, dan tanaman pangan.

“Di tengah perubahan iklim dan degradasi lingkungan, perempuan bukan hanya penjaga rumah tangga, tetapi juga penjaga bumi,” tutur Johny.

Baginya, kebun pangan perempuan bukan sekadar lahan tanam. Ia adalah ruang belajar, ruang bertahan, sekaligus ruang merawat kehidupan lintas generasi. Dari sanalah lahir nilai gotong royong, kasih, dan tanggung jawab terhadap alam.

Baca Juga :  TOLAK Oknum GURU SMKN 5 Kupang Bikin Aksi Demo BERULANG

Dari Tanah ke Martabat

Dalam dialog yang berlangsung hangat, Wagub menekankan pentingnya penguatan hak tenurial masyarakat adat dan lokal, terutama bagi perempuan.

“Hak atas tanah dan hutan bukan hanya soal kepemilikan, tetapi juga soal martabat dan masa depan,” ujarnya.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Labuan Bajo Flores, Wagub NTT Johny Asadoma. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Labuan Bajo Flores, Wagub NTT Johny Asadoma.