Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

WALI KOTA Kupang Minta SEMUA Jajaran JANGAN Lengah Hadapi INFLASI dan DIGITALISASI

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

CHRISTIAN Widodo – Wali Kota Kupang saat HLM TPID dan TP2DD di Kupang, Selasa (3/3/2026). Doc. CNC/Prokompim Setda Kotakpg

Data BPS menyebut inflasi Kota Kupang Januari 2026 sebesar 3,55 persen YoY (year-on-year) dan meningkat menjadi 4,01 persen pada Februari.

Citra News.Com, KUPANG – MENJELANG rangkaian hari raya keagamaan, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo meminta semua jajaran jagan lengah menghadapi Inflasi dan Digitalisasi.

Baca Juga :  WALI KOTA Kupang Tekankan ASN Mentaati TIGA Hal Demi PELAYANAN Publik yang Lebih BAIK

Pemerintah Kota Kupang tengah memperkuat langkah antisipatif dalam menghadapi tekanan inflasi dan tantangan transformasi digital.

Walikota Christian Widodo menyampaikan hal itu dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Triwulan I Tahun 2026, yang digelar bersama Bank Indonesia Provinsi NTT di Kupang, Selasa (3/3/2026).

Pertemuan yang melibatkan unsur Forkopimda, BUMN, perbankan, dan pelaku usaha itu menjadi forum konsolidasi strategis menghadapi lonjakan permintaan menjelang Hari
Raya Nyepi, Paskah, dan Idul Fitri.

Baca Juga :  Gunakan BPP Untuk ASN, Begini Peringatan KADIS PK NTT Kepada PLH SMKN 5 Kupang

Dua isu utama menjadi sorotan, yakni stabilitas harga kebutuhan pokok dan percepatan digitalisasi layanan publik

Dalam arahannya, Christian Widodo menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah bertumpu pada stabilitas dan produktivitas. Inflasi, menurutnya, bukan sekadar angka statistik, melainkan langsung menyentuh kehidupan rumah tangga masyarakat.

Baca Juga :  Berbusana Kain TENUN NTT Bukti Partai NASDEN Pelihara KEBHINEKAAN

Inflasi itu soal harga cabai, beras, dan minyak goreng. Ini soal ongkos hidup masyarakat kecil. Karena itu, semua jajaran jangan lengah,” tegasnya.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi Kota Kupang Januari 2026 sebesar 3,55 persen YoY (year-on-year) dan meningkat menjadi 4,01 persen pada Februari. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah memperkuat operasi pasar, inspeksi distributor, serta realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT).