Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Saat AIR Kian MENIPIS, Kota KUPANG Menggugat WARGA dengan Gerakan TANAM AIR

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Kota seperti Kupang yang rentan terhadap kekeringan, pendekatan sektoral seperti penyediaan sumur bor terbukti tidak lagi memadai. Dibutuhkan orkestrasi lintas disiplin yang menyatukan ilmu pengetahuan dan gerakan masyarakat.

Citra News.Com, KUPANG – SEBAGIAN besar daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akrab dengan musim kering panjang, air bukan lagi sekadar kebutuhan – ia telah menjadi kegelisahan kolektif.

Di tengah ancaman krisis air yang kian nyata dialami warga Kupang, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang memilih tidak menunggu keadaan memburuk. Sebaliknya, langkah kolaboratif mulai dirajut, menandai babak baru pengelolaan sumber daya air yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Disinyalir PERPRES 16/2018 Menepis KETIMPANGAN PBJ

Komitmen itu ditegaskan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menerima audiensi Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Kota Kupang periode 2026–2028 di Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (30/4/2026).

Pertemuan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan titik awal dari konsolidasi gagasan lintas sektor untuk menjawab persoalan air yang semakin kompleks.

Baca Juga :  Songsong G20 Bank NTT Sediakan Produk DIGITALISASI di Waterfront City

Hadir dalam audiens tersebut Pengarah Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Kota Kupang, Dr. Ir. Ludji Michael Riwu Kaho, M.Si, Wakil Ketua I, Hijayas U. Mode, Wakil Ketua II, Juliani F. Talan, Sekretaris, Rahmat Mukolang serta bendahara, Nofdi Pono.

Sementara turut mendampingi Wali Kota Kupang diantaranya Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, Kabag Prokopim Setda Kota Kupang, Elia C. Tiara, S.STP dan Plt. Kabag Umum, Hubertus Mani, SH.

Baca Juga :  Walikota Kupang CHRISTIAN Widodo Serukan STOP Pelayanan Birokrasi BERBELIT-Belit

Dalam perspektif interpretatif, langkah ini mencerminkan pergeseran paradigma pemerintah daerah: dari sekadar penyedia layanan menjadi fasilitator kolaborasi. Mewakili Pemkot Kupang Walikota Christian Widodo tidak hanya membuka pintu, tetapi juga mengundang semua pihak untuk masuk dan bekerja bersama.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Gerakan Tanam Air Kota Kupang. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Gerakan Tanam Air Kota Kupang.