Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Disinyalir PERPRES 16/2018 Menepis KETIMPANGAN PBJ

CitraNews

LKPP memandang pentingnya perubahan pengaturan tentang Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Pemerintah dari Perpres sebelumnya ke Perpres 16/2018, dilatari adanya sinyalemen ketimpangan terjadi. Bahwa dalam pelaksanaannya cenderung dominan unsur subyektivitas.

Kupang, citra-news.com – ARIF BUDIMAN, staf Direktorat Pengembangan Strategi Kebijakan Pengadaan Umum Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dalam sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 16 tahun 2018 (Perpres 16/2018) tentang Pengadaan Barang Jasa Pemerintah menyatakan, perubahan Perpres 54/2010 ke Perpres 16/2018 sesuai arahan Presiden untuk melakukan  deregulasi dan percepatan pembangunan.

Sosialisasi Perpres 16/2018 yang dilaksanakan di Aula Fernandes  Gedung Sasando, Kupang, Selasa, 28 Agustus 2018, menurut Arif, pengadaan barang/jasa pemerintah mempunyai peran penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional.

Baca Juga :  DUA Pemerintahan SINERGIKAN Harapan Untuk Masa Depan AIR BERSIH di KOTA Kupang

“Ini dalam kerangka peningkatan pelayanan public dan pengembangan perekonomian nasional dan daerah. Yang salah satunya terkait pengaturan pengadaan barang/jasa pemerintah,” ucapnya.

Lebih jauh dijelaskan, hal lain yang melatari adanya perubahan Perpres 54/2010 ke Perpres 16/2018 sebagai tindak lanjut dari Rapat Terbatas Kabinet pada tanggal 29 Desember 2016 yang membahas mengenai Revisi Peraturan tentang pengadaan barang/jasa pemerintah. Dan revisi dilakukan karena dalam pelaksanaannya ada sinyalemen ketimpangan yang terjadi.

Baca Juga :  Bangun INFRASTRUKTUR Kita PINJAM Dana Bank NTT, Rebo : Itu HAL Biasa

Berkaitan dengan PBJ Pemerintah dalam Perpres 16/2018, ada beberapa perubahan istilah. Jika Perpres sebelumnya (Perpres 54/2010) ada ULP (Unit Layanan Pengadaan) dan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) maka Perpres 16/2018 berubah sebutan dengan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ). Sebutan Pokja ULP menjadi  Pokja Pemilihan; Lelang diganti dengan Tender; Sistem Gugur diganti dengan Harga Terendah pada Perpres 16/2018. Juga Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan berubah sebutan menjadi Pejabat/Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan. Tapi yang pasti kesiapan SDM menjadi tuntutan utama.