Anggota DPR RI dari Partai Nasdem, JULIE Sutrisno Laiskodat (ke-2 dari kanan) didampingi Sekda Provinsi NTT, BEN Polo Maing, Ny. Merry Jogo Nae Soi, dan Ny. Goreti Polo Maing, pada Pembukaan Puncak Peringatan HKAN di TWAL Kupang-NTT, Senin 22 November 2021. Doc. marthen radja/citra-news.com
Arief : “Kami berterima kasih kepada ibu Julie Sutrisno Laiskodat yang telah berupaya menjadikan ….”
Citra News.Com, KUPANG – KEPALA BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT), ARIEF Machmud menyatakan, pengelolaan kawasan konservasi pada banyak tempat telah terbukti memberikan multiplier effects yang cukup besar, baik bagi masyarakat maupun pemerintah.
Hal itu dikatakan Arief dalam temu pers menjelang Puncak Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional tahun 2021 di Lasiana Kota Kupang, Jumat 19 November 2021.
“NTT jadi tuan rumah Puncak Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2021 dilaksanakan di Kawasan TWAL Lasiana Kota Kupang. Kami berterima kasih kepada ibu Julue Sutrisno Laiskodat sebagai anggota DPR RI telah berupaya hingga terlaksananya acara ini,”ungkapnya.
Arief mengatakan, menjadi thema HKAN tahun ini adalah Bhavana Satya Alam Budaya Nusatara yang berarti Memupuk Kecintaan pada Alam dan Budaya Nusantara. Pengusungan thema Peringatan Puncak Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2021 tersebut diatas punya makna yang luas dan mendalam.
Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi alam dan kekayaan budaya yang luar biasa banyaknya. Ini sangat cocok dengan thema peringatan HKAN tahun 2021 yakni Bhavana Satya Alam Budaya Nusantara, dalam mana menjadi spirit bagi kami di dunia konservasi.
Menurutnya, antara kehidupan sosial adat budaya dan konservasi ibarat dua sisi mata uang yang saling keterkaitan satu sama lain. Dan ini penting untuk terus dilestarikan.














