Yang UNIK di Acara Puncak Hari Jadi NTT Ke-60

Tampil beda di hari puncak perayaan Hari Jadi Provinsi NTT yang ke-60 tanggal 20 Desember 2018. Bukan upacara bendera seperti lazimnya tapi dilakukan Rapat Paripurna Istimewa dan pidato Gubernur NTT. Unik iya?

Kupang, citra-news.com – HARI JADI atau Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Nusa Tenggara Timur ke-60 (20 Desember 1958 – 20 Desember 2018) dirayakan lebih meriah dan wao jika dibandingkan dengan tahun 2017 tahun-tahun sebelumnya. Selain Kelor jadi icon juga dimeriahkan oleh grup band kawakan, SLANK. Dan para Slankar itu dinobatkan jadi Duta Kelor Nusa Tenggara Timur.

Juru Bicara Gubernur NTT, Drs. Semuel Pakereng mengatakan hal itu dalam temu pers dengan sejumlah wartawan di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT di bilangan Jl. El Tari Kota Kupang, Kamis, 13 Desember 2018.

“Perayaan HUT NTT ke-60 tanggal 20 Desember 2018 kali ini dirayakan lebih meriah dan lebih wao jika dibandingkan dengan HUT NTT ke-59 atau tahun-tahun sebelumnya. HUT kali ini lebih menekankan pada makna apa yang sudah dilakukan pemerintah dan dirasakan masyarakat  selama 60 tahun ini,”kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT itu.

Menurutnya, HUT NTT ke-60 tampil beda karena semua stand yang menyediakan pangan lokal serba kelor. Juga produk dalam bentuk kemasan pun terbuat dari bahan olahan kelor. “Bahkan pada hari ‘H’ tanggal 20 Desember masyarakat NTT dihibur oleh grup band SLANK. Yang selanjutnya grup SLANK langsung dinobatkan jadi Duta Kelor NTT oleh bapak Gubernur Viktor Laiskodat,”ucap Pakereng.

Panitia perayaan menetapkan 15 kegiatan. Diantaranya kegiatan olah raga yang sudah dilakukan beberapa cabor (cabang olah raga), NTT Bersih yang juga sudah dilakukan baik di lingkungan perkantoran, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat, terutama pada toilet. Kegiatan Pameran Kelor oleh Ultras Victory, kegiatan anjangsana, pemberian penghargaan bagi ASN yang sudah mengabdi 10, 20, 30 dari Kementeraian Dalam Negeri, serta Pemberian pengharagaan kepada purnabhakti sebanyak 103 orang.

Acara puncaknya pada tanggal 20 Desember tidak seperti biasanya dilaksanakan upacara bendera saja. Tapi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT meminta kepada panitia memfokuskan pada dua acara utama. Yaitu Rapat Paripurna Istimewa dengan dan sambutan oleh Ketua DPRD dan pidato oleh Gubernur NTT. Juga ada sambutan-sambutan dari Menteri Kabinet Kerja kalau ada yang hadir saat itu.

Menariknya Presiden Timor Leste, Alkatiri menyatakan siap hadir pada acara puncak HUT NTT ke-60 di Kupang NTT Indonesia. Karena hal ini diminta oleh bapak Gubernur NTT dalam sambutannya ketika berkunjung ke perbatasan Oecusse pada beberapa waktu lalu. Permintaan ini direspons positif oleh Presiden Timor Leste, Alkatiri yang dinyatakan dalam sambutannya bahwa meskipun pada tanggal 20 Desember itu di Timor Leste ada rapat penting tapi beliau usahakan untuk datang ke Kupang, beber Pakereng.

Pada sore harinya, lanjut Pakereng, dilanjutkan acara gebyar dengan menghadirkan SLANK. Tapi yang mengundang SLANK adalah EO (Event Organizing) Ivan Rondo, Cs dari NTTnesia. Urusan itu terlepas dari kami panitia dan Grup SLANK dinobatkan jadi Duta Kelor NTT yang dilakuka oleh bapak Gubernur.

Sementara Ultras Victory selain bikin pameran kelor juga seminar tentang kelor yang diselenggarakan dari tanggal 20-22 Desember 2018. Jadi seluruh rangkaian acara dalam rangka HUT NTT ke-60 ditutup pada tanggal 22 Desember 2018. Sekaligus peringatan Hari Ibu.

“Perlu menjadi catatan bahwa HUT NTT ke-60 sangat unik. Dilakukan Rapat Paripurna Istimewa dan baru pertama kali terjadi dalam sejarah berdirinya Provinsi NTT. Dan ditambah lagi dengan pidato gubernur di hadapan anggota DPRD Provinsi NTT dan tamu istimewa lainnya. Termasuk yang bakal hadir adalah Presiden Timor Leste,”tegas Pakereng. +++ cnc1

Gambar : Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Drs. Semuel Pakereng.

Foto : Doc, CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *