PEREMPUAN Harus BANGKIT Menantang Jaman

PAULINA HANING telah mengukir sejarah bagi perempuan NTT. Betapa tidak! Sejak Provinsi NTT terbentuk tahun 1958 barulah tanggal 14 Pebruari 2019  Sang Khalig memberikan ruang bagi seorang perempuan menjabat Bupati ke-3 Rote Ndao, kabupaten terselatan NKRI.

Kupang, citra-news.com – SPIRIT pembangunan NTT Bangkit NTT Sejahtera yang dimotori Gubernur VIKTOR Bungtilu Laiskodat dan Wakilnya JOSEF Adrianus Nae Soi, segera  dilakoni kelompok perempuan. Paulina Haning Bullu adalah representasi perempuan NTT Bangkit menduduki jabatan politik di eksekutif jadi Bupati ke-3 di Kabupaten Rote Ndao.

“Sudah saatnya perempuan harus bangkit membangun bangsa. Di jaman ini tidak hanya laki-laki saja tapi perempuan juga bisa bangkit mengambil peran. Bangkit iya kerja, kerja, dan kerja keras untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Jangan hanya daerah lain, perempuan NTT juga bisa mengambil peran dalam jabatan politik sebagai kepala daerah,”ungkap Paulina Haning usai dilantik jadi Bupati Kabupaten Ndao periode 2018-2023 di Aula El Tari Kupang, Kamis 14 Pebruari 2019.

Bangkit kerja menurut Paulina, yang juga istri Bupati Rote Ndao ke-2, Leonard Haning atau akrab disapa Lens Haning itu, adalah bekerja keras bersama semua elemen membangun rakyat Rote Ndao menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan mandiri.

Dikatakannya, pasangan LENTERA Jilid Dua terus bekerja keras melanjutkan pembangunan yang sudah dibuat LENTERA Jilid Satu yaitu LAKAMOLA ANANSIO. Program prioritasnya adalah pembangunan pertanian berbasis kawasan.

Karakter wilayah kami di Kabupaten Rote Ndao adalah pertanian lahan kering. Hanya sebagian kecil saja pertanian lahan basah, aku Paulina. Juga pembangunan di sector kelautan dan perikanan. Program budi daya rumput laut dan pengembangan garam terus berlanjut dilakukan.

“Setelah pelantikan ini langkah pertama yang harus kami buat adalah melakukan konsolidasi dengan semua stakeholder. Semua instansi yang terllibat dalam program Lakamola Anansio harus terus bangkit bekerja untuk rakyat,”tandasnya.

Menjawab citra-news.com terkait kerja keras seorang kepala daerah dimaksud itu sama dengan seorang Bupati Perempuan harus masuk ke tengah sawah berlumpur dan kandang sapi yang penuh dengan kotoran?

Sembari mengepal tangan Bupati Paulina mengatakan, “Oh iya, perempuan harus bisa bangkit. Dalam kondisi menantang sekalipun. Perempuan jaman ini jangan kalah dengan hal-hal yang yang bersifat menantang. Kan kami melanjutkan kerja keras seperti yang dilakukan LENTERA Jilid Satu. Jadi LENTERA Jilid Satu atau LENTERA Jilid Dua sama saja”.

Diketahui, saat Bupati Lens Haning berkuasa para kepala dinas/badan dan ASN Setda Rote Ndao beberapa kali melaksanakan apel di hamparan sawah dan masuk ke tengah lumpur. Juga Bupati Rote Ndao ke-2 itu masuk ke tengah kotoran sapi tanpa alas kaki. Aksi yang tidak biasa kala itu sempat heboh dan viral di media social.

“Tindakan ini saya lakukan untuk memberikan pesan kepada ASN yang lahir dari sorang tani harus bisa menjadi petani setelah jam kantor. Jangan ada gengsi-gengsian. Karena dari petani yang menghasilkan produk pertanian bisa membiayai pendidikan sehingga kita bisa jadi ASN/PNS. Saya ini juga mantan PNS anak seorang petani. ASN harus bisa memberi contoh sekaligus pelaku dalam pembangunan pertanian,”kata Lens Haning beberapa waktu lalu di kediamannya di bilangan Oepura Kupang.

Wabup Stef Saek Angkat Bicara

Sebagai mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Rote Ndao, Stefanus Saek yang juga dilantik sebagai Wakil Bupati (Wabup) Rote Ndao periode 2018-2023 mengakui, program LAKAMOLA ANANSIO sudah dilaksanakan semenjak LENTERA Jilid Satu.

“Melaksanakan pembangunan untuk kemaslahatan rakyat harus terus berlanjut. Begitu juga sebagai pejabat daerah harus juga bisa melanjutkan program-program pembangunan dari para pejabat sebelumnya. Namanya pembangunan berkelanjutan visi misinya sama yakni memajukan kesejahteraan rakyat. Karena ini adalah salah satu cita-cita bangsa yang harus diwujudnyatakan dalam program pembangunan,”beber Stef.

Dia menambahkan, mengapa program LAKAMOLA ANANSIO ini secara kontinu dilaksanakan. Karena mayoritas masyarakat Kabupaten Rote Ndao adalah petani maka pembangunan pertanian menjadi program prioritas. Ada pertanian lahan kering, pertanian lahan basah, ada nelayan, atau petani garam semuanya adalah kelompok tani. Sehingga sector-sektor ini dibangun dan diperkuat serta terus digerakkan.  Agar ekonomi dan pendapatan masyarakat terus bertumbuh dari tahun ke tahun. +++ cnc1

Gambar : Bupati Paulina Haning (tengah) dan Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus Saek didampingi Bupati ke-2 Rote Ndao Lens Haning di Aula El Tari Kupang, Kamis 14 Pebruari 2019.

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *