UPG 1945 MEWISUDA 751 Orang Jadi SARJANA

Uly Riwukaho : Jaminan kesehatan mahasiswa sakit dan wafat (Jamkesmawa) diberikan kepada mahasiswa terdaftar dan aktif kuliah di UPG 1945 Kupang. Adanya JAMKESMAWA memberikan kemudahan bagi mahasiswa sekaligus meringankan beban biaya atau tanggungan orangtua.

Kupang, citra-news.com – BAGI calon mahasiswa yang berminat masuk ke Perguruan Tinggi, maka Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 adalah formula tepat untuk pilihan anda. Karena sejatinya di UPG 1945 memiliki keunggulan-keunggulan komparatif.

“Peralihan UPG setelah sebelumnya bernama Universitas PGRI, ada banyak kemajuan. Diantaranya, semua program studi yang ada sudah terakreditasi dengan Klasifikasi B. Ini menjadi prasyarat sebuah perguruan tinggi untuk mewisuda mahasiswanya. Artinya melakukan wisuda harus mendapat ijin dari Kementerian Pendidikan Nasional,”jelas Rektor III UPG 1945 Kupang, ULY J. Riwu Kaho, SP,M.Si dalam temu pers di Kupang, Kamis 02 Mei 2019.

Dikatakannya, keunggulan-keunggulan komparatif yang dimiliki UPG 1945 ini telah membuahkan  out put mahasiswanya terserap di dunia kerja. Saat ini sudah ada 11 (sebelas) program studi (Prodi) yang tersebar di 5 (lima) Fakultas telah mengantongi akreditasi B. Ini semua berkat kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas dari Ketua Yayasan dan para petinggi selaku pelaksana harian di UPG 1945 Kupang.

“Ke depan kami terus berupaya untuk tidak saja 11 Prodi yang diakreditasi. Akan tetapi bisa dipastikan tahun 2020 secara kelembagaan UPG 1945 Kupang juga mendapat akreditasi dari BAN (Badan Akreditasi Nasional). Karena itu adalah hal wajib yang harus diperjuangkan sebuah perguruan tinggi,”tegas Riwukaho.

Terkait wisuda, Riwukaho yang juga didampingi Ketua Yayasan UPG 1945, SAMUEL Haning, SH,MH dan DARMANTO F. Kisse, SP, MP membeberkan, wisuda mahasiswa angkatan kedua ini berjumlah 751 orang. Oleh karena banak jumlah calon sarjana ini maka pelaksanaan wisuda dilakukan dalam dua sesi. Yakni Sesi Pagi dan Sesi Sore. Pelaksanaannya pada Jumat 03 April 2019 di Aula El Tari di bilangan Jalan Polisi Militer Kota Kupang, Timor Provinsi NTT.

Menurut Ketua Panitia Wisuda Angkatan ke-2 UPG 1945 Kupang itu, pihaknya sebelum hari ‘H’ wisuda menggelar semacam kuliah umum dengan pemateri nan profesional di bidangnya. Masing-masingnya, berkaitan dengan Pengaruh Narkoba oleh Brigjen Pol Teguh Iman; dari Kepala Kejaksaan Tinggi terkait Korupsi; dan pematerinya pak Johny Asadoma (Wakapolda NTT) terkait dengan negara hukum.

“Tiga materi ini dipandang perlu sebagai bekal bagi out put (Sarjana) UPG 1945 Kupang. Kita ketahui bersama bahwa pengaruh Narkoba telah menjamah generasi muda. Untuk itu dengan adanya materi ini diharapkan out put kita tidak mudah terjerumus kedalamnya. Demikian halnya terkait korupsi dan negara hukum. Diharapkan ini menjadi bekal bagi Sarjana out put UPG 1945 saat mereka berada di dunia kerja di sector manapun. Karena ini sangat bersentuhan langsung dengan dunia kerja,”ucap Riwukaho.

Ada Keunggulan-keunggulan Komparatif

Menjawab keunggulan-keunggulan komparatif atau nilai-nilai lebih yang dimiliki UPG 1945 Kupang, sebut Riwukaho, secara kelembagaan semua Prodi dari 5 Fakultas yang ada telah memiliki Sertifikasi B, juga kita memberikan Penghargaan (Reward) bagi mahasiswa berprestasi di bidangnya. Iya sebut saja James Ady Pah dan Denny Hitarihun dari Fakultas Hukum. Keduanya adalah  atlit go  Internasional, yang telah mengharumkan nama NTT dan bahkan Indonesia di bidang olah raga tinju.

Keunggulan lainnya, lanjut dia, semua mahasiswa UPG 1945 Kupang diberikan kartu identitas (ID Card) berupa  JAMKESMAWA (Jaminan kesehatan mahasiswa sakit dan wafat). Dipastikan tidak ada perguruan tinggi lainnya di Indonesia yang memberikan pengargaan serupa. Kecuali hanya ada di UPG 1945.

“Untuk mendapatkan ID Jamkesmawa syaratnya adalah mahasiswa aktif dan terdaftar. Tidak akan dapat kartu Jamkesmawa jika tidak memiliki dua-dua. Artinya terdaftar tapi tidak aktif atau sebaliknya, mahasiswa aktif namun terdaftar,”DARMANTO F. Kisse, SP, MP menambahkan.

Menurutnya, hal ini dilakukan untuk membantu mahasiswa dengan multi kondisi  atau latar belakang ekonomi yang beragam. Adanya Jamkesmawa ini mahasiswa mendapatkan pelayanan secara gratis di rumah sakit manapun di Kota Kupang.

“Bila yang bersangkutan sakit atau kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) dan dirawat di rumah sakit atau di rumah orangtua dan di kos-kosan. Jika korban meninggal dunia pun kami siap antar hingga ke alamat dimanapun berada. Dengan semua biaya ditanggung oleh pihak UPG 1945. Dan bahkan memberikan santunan berupa uang dan material lainnya, seperti peti mayat dan material untuk kebutuhan kubur,”tandasnya.

Pada kesempatan terpisah, SAMUEL Haning, SH,MH (Ketua Yayasan) mengatakan, UPG 1945 Kupang mengedepankan misi pelayanan kemanusiaan. Dengan visi menjadikan anak bangsa yang cerdas dan berakhlak mulia serta mampu bersaing. Artinya memberikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang layak, setara dan berimbang. Karena hakekat dari pendidikan adalah meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

“Ijazah yang nantinya dikantongi para Sarjana alumi dari UPG 1945 tidak diragukan lagi keabsahannya. Karena semua program studi (Prodi) yang ada telah diakui negara. Atau telah terakreditasi dengan Klasifikasi “B” dan “B Plus” untuk beberapa Prodi lain. Pada hari ‘H isuda kami berikan penghargaan (reward). Ini luar biasa bukan?,”ucap Sam Haning saat ditemui citra-news.com di ruang kerjanya, Kamis 14 Maret 2019.

Dia menjelaskan, ada banyak hal yang sudah menjadi fakta dilakukan UPG 1945 dalam menebar misi pelayanan kemanusiaan. Diantaranya, soal biaya kuliah. UPG 1945 Kupang dalam penyelenggaraan pendidikan menerapkan biaya murah. Biaya SPP per semester dikenakan hanya sekitar Rp 1,5 juta per mahasiswa.

Selain SPP murah, lanjut Sam Haning, mahasiswa UPG 1945 Kupang mendapatkan kemudahan-kemudahan banyak hal. Mahasiswa yang mengalami kecelakaan lalu lintas atau jatuh sakit apapun, pihak universitas memberikan Kartu Jaminan Kesehatan Mahasiswa (Jamkeswa). Itu artinya mendapat pelayanan media secara gratis. Karena semua biaya pengobatan dan atau rawat inap ditanggung pihak universitas.

Demikian halnya jika ada mahasiswa yang meninggal dunia. Entah meninggal di rumah sakit atau di rumah kost, semua biaya diambilalih oleh pihak universitas. Termasuk biaya pengiriman jenazah ke alamat tinggal orangtuanya. Entah menggunakan jasa penerbangan atau kendaraan ambulance. Bahkan juga memberikan uang santunan duka kepada pihak keluarga.

“Beberapa hal ini kami lakukan dengan sukarela. Karena mahasiswa yang berkuliah di UPG 1945 adalah titipan orangtua dan keluarga. Sehingga kami memperlakukan mahasiswa kami dengan penuh sukacita dan tanpa pamrih,”ungkap Sam Haning. +++ marthen/citra-news.com

Gambar : Pose bersama dari kiri ke kanan, ULY J. Riwu Kaho, SP,M.Si, (duduk ke-2 dari kiri);   SAMUEL Haning, SH,MH (duduk kanan); DARMANTO F. Kisse, SP,MP (berdiri kanan) dan Emy Retno Rahayu (berdiri kedua dari kiri) usai temu pers di Celebes Resto Kupang-Timor NTT, Kamis 02 Mei 2019

Foto : Doc. CNC/marthen radja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *