PRAMUKA Mati Suri Tergerus Jaman Kini Sudah Bangkit

Melalui kegiatan pramuka generasi muda bangsa terasah semangat persatuan dan kesatuan serta rasa cinta tanah air. Namun tidak dinyana kalau ini sudah tergadaikan oleh teknologi gedget  (handphone). Bermain bersama HP tinimbang bermain bersama teman-temannya.

Citra-News.Com, SOE – AMBROSIUS Siku, Ketua Jambore Pramuka Cabang SoE mengatakan, pelaksanaan kegiatan Jambore  adalah untuk membentuk karakter anak. Karena disadari akibat tergerus jaman teknologi gadget saat ini generasi bangsa kita sudah minim karakter. Rasa cinta tanah air, rasa solidaritas serta persatuan dan kesatuan sudah memudar.

“Kegiatan Jambore pramuka ini sesungguhnya mau mengembalikan karaktek generasi muda kita akan rasa patriotisme. Serta memupuk semangat persatuan dan kesatuan di tanah air. Melalui kagiatan jambore anak dilatih untuk berkreasi,”kata Ambros.

Kepada citra-news.com  di sela-sela kegiatan Jambore Pramuka di Taman Rekreasi Bu’At Desa Noinbila Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi NTT. Ambros menjelaskan, sesungguhnya para siswa sangat merindukan kebersamaan. Mereka bermain bermain dan melakukan hal-hal kreatif dan inovatif. Dalam wadah kegiatan pramuka seperti ini sesungguhnya anak dilatih untuk membangun inovasi dan kreasi.

Waktu pelaksanaan kegiatan Jambore Cabang Pramuka, sebut Ambros, dilaksanakan sejak 21 hingga 26 Oktober 2019. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini berasal dari 10 kecamatan dari 32 kecamatan se-Kabupaten TTS. Dan tingkatan usia antara 11-15 tahun dari kelompok pilihan sekolah-sekolah dari 10 kecamatan yang yang ada.

Ke-10 kecamatan itu masing-masing Kecamatan Kota SoE, Amanuban Barat, Mollo Utara, Mollo Selatan, Mollo Barat, Mollo Tengah, Tobu, Kie, Amanatun Utara, dan Kecamatan Amanatun Selatan. Dengan peserta berjumlah 41 kelompok PAPI, masing-masing 21 kelompok putri  (PI) dan 20 kelompok putra (PA).

“Dari peserta jambore yang ada ini aka diseleksi menuju Jambore Daerah (Jamda) yang rencananya dilaksanakan di Flores Barat atau tepatnya Kabupaten Manggarai Barat tahun 2020. Adapun hal-hal yang menjadi penilaian adalah kegembiraan atau Yel-yel, kepemimpinan (melalui pidato), kegiatan PPB (paraturan baris berbaris) dalam pengibaran bendera, dan kedisiplinan,”terang Ambros.

Sembari menambahkan manfaat dar jambore ini sendiri adalah untuk membentuk karakter anak, kreatif, inovatif, mencintai budaya daerah, kemandirian social. +++ jofan/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *