Jejak FIRMAN Empat Tahun NYATA BERUBAH (catatan refleksi)

Spirit “Ayo Berubah” tidak sekadar lip service atau teori belaka. Tapi diikuti dengan aksi nyata melalui program dan kegiatan pembangunan yang bernafaskan kesejahteraan rakyat.

Citra-News.Com, KUPANG – PASANGAN WALI Kota dan WAKIL Wali Kota Kupang, Dr. JEFIRSTSON R.Riwu Kore, MM, MH dan dr HERMANUS Man, mengusung tagline FIRMAN. Sudah 4 (empat) pasangan ini menyodorkan Visi dan Misinya nan cerdas membangun rakyat Kota Kupang menuju kesejahteraan.

Jalan menuju Kota Kupang ‘Smart City’ bukanlah perkara mudah. Kota Kupang adalah ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), hampir pasti selama empat tahun berjalan Firman menjalankan roda pemerintahan, ada plus dan minus berbaur didalamnya.

Ditenggarai, ada sejumlah kritikan dan saran selalu mewarni kala program dan kegiatan pembangunan dilaksanakan di Kota Kupang.

Namun semuanya itu bagi JEFRI dan HERMAN, demikian Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang ini biasa disapa, menjadi motivasi dan obor penyulut semangat  Ayo Berubah dan Terus Berubah. Jaminannya
adalah pemerintah dan keterlibatan semua pihak yang saling kolaboratif dan sinergis menjadi kunci utama membangun rakyat.

Demikian catatan refleksi portal berita citra-news.com mengutip siaran pers yang dilansir Bagian Humas Setda Kota Kupang, Senin 22 Agustus 2021.

Hari ini (Minggu,red) tanggal 22 Agustus 2021, tepat 4 (empat) tahun pasangan Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM.,MH dan dr. Hermanus Man (FIRMAN) memimpin Kota Kupang Atau persisnya 22 Agustus 2017 – 22 Agustus 2021, FIRMAN dipilih rakyat menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.

Sejak awal memimpin Kota Kupang, JEFRI dan HERMAN terus menggelorakan semangat Ayo Berubah.  Jejak spirit ini terus menyata melalui banyak program aksi. Dan kesemua program aksi ini mempedomani torehan FIRMAN dalam lembaran Visi dan Misi Pembangunan Kota Kupang periode 2017 – 2022.

Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang ini membalut Visi, “Terwujudnya Kota Kupang yang Layak Huni, Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera dengan Tata Kelola Bebas KKN.”

Dari Visi tersebut FIRMAN mengurainya kedalam 6 (enam) butir Misi-nya ada 6 (enam). Yaitu pertama, Mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Sehat, Cerdas, Berakhlak, Profesional dan Berdaya Saing (Kupang Sehat-Cerdas).

Kedua, Mengembangkan perekonomian Kota Kupang yang berdaya saing dengan meningkatkan peran swasta (Kupang Makmur).

Ketiga, Meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengembangkan budaya kota yang tertib, aman, kreatif dan berprestasi dalam menunjang kota jasa (Kupang Bagaya-Berprestasi).

Keempat, Mempersiapkan Kota Kupang menuju Metropolitan yang berwawasan lingkungan (Kupang Hijau).

Kelima, Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bebas KKN dan transparansi pengelolaan keuangan (Kupang Jujur).

Dan keenam, Membangun Kota Kupang sebagai rumah besar persaudaraan dan kerukunan (Kupang Rukun dan Aman).

Dengan kata lain dalam menatakelola Kota Kupang mengikuti Firman-mu ini, Kupang Sehat Cerdas; Kupang Makmur; Kupang Bagaya Berprestasi; Kupang Hijau; Kupang Jujur; Kupang Rukun dan Aman.

Dalam menjalankan program-program mewujudkan visi misi, Pemerintah Kota Kupang terus bekerja keras, membangun mitra untuk bersinegis dan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Baik dengan pemerintah Provinsi NTT maupun pemerintah pusat. Melalui kerja sama yang baik in, setiap tahun pembangunan fisik di Kota Kupang terus dilakukan untuk dinikmati masyarakat Kota Kupang.

Berdasarkan data dari APBD Kota Kupang dan LPSE Kota Kupang, untuk tahun anggaran 2018 hingga 2021 (Agustus), pembangunan fisik berupa fasilitas publik di Kota Kupang mencapai Rp450 miliar lebih.

Artinya setiap tahun anggaran Pemerintah Kota Kupang mengalokasikan rata-rata Rp112.000.000.000 untuk pembangunan fisik atau 10 persen dari APBD Kota Kupang.

Dari postur APBD Kota Kupang sebesar Rp 1 triliun sampai Rp 1,2 triliun per tahun. Sejumah alokasi anggaran ini berdasarkan data APBD dan LPSE Kota Kupang, alokasi anggaran terbesar adalah untuk pembangunan jalan, trotoar dan kanstin yaitu sebanyak 98 pekerjaan. Total nilainya mencapai Rp196.511.000.000 atau rata-rata per tahun sebesar Rp49 miliar.

Untuk pembangunan gedung kantor, sekolah, Puskesmas, rumah sakit dan gedung publik lainnya total anggarannya sebesar Rp147 miliar.

Sedangkan untuk lampu jalan, lampu hias dan ornamen mencapai Rp20-an miliar. Khusus untuk air bersih, selain dari APBD, Kota Kupang mendapat bantuan dari Kementerian PUPR yakni pembangunan SPAM Kali Dendeng yang sementara dikerjakan. Anggarannya mencapai Rp 369 miliar. Proyek ini dikerjakan dalam dua tahap.

Mengubah Wajah Kota Kupang

Wali Kota Kupang, JEFRI Riwu Kore yang akrab disapa Jeriko, akhir pekan lalu menjelaskan, bahwa sejak memimpin Kota Kupang pada tahun 2017 lalu, ia ingin mengubah wajah kota ini menjadi lebih baik.

Oleh karena itu, ia fokus memperbaiki dan membangun berbagai infrastruktur, mulai dari jalan raya, drainase, trotoar, marka jalan, dan lampu jalan.

“Anggaran memang banyak sekali kita drop ke infrastruktur untuk membenahi wajah kota ini. Kita ingin semua ruas jalan di kota ini diaspal dengan baik, semua ruas jalan juga harus terang benderang di malam hari,” ungkap Jefri.

Mantan anggota Komisi X DPR RI ini mengakui dirinya sadar betul kalau anggaran untuk membangun fisik dn non fisik di Kota Kupang ini tidaklhah cukup. Oleh karena itu, dia harus meminta bantuan pemerintah pusat maupun provinsi.

“Hasilnya kita bisa dapat ratusan miliar masuk ke Kota Kupang untuk membangun infrastruktur kita. Ada yang untuk jalan, trotoar, drainase, seperti di Jalan Timor Raya, Jalan Piet Tallo, jalan lingkar luar dan menuju bandara,” kata Jefri.

DIa menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang juga terus menggenjot pembangunan irigasi dan air bersih. Oleh karena itu, Pemkot membangun beberapa sumur bor dan reservoar di beberapa tempat. Saat ini juga Pemkot Kupang sedang membangun SPAM Kali Dendeng yang didanai Kementerian PUPR.

“Untuk air bersih ini kita bersyukur karena dibantu pusat. Anggarannya hampir 200 miliar untuk program ini. Kita harapkan masyarakat mendukung supaya pekerjaannya lancar,” pintanya.

Selain itu, Pemkot Kupang juga memberi perhatian kepada masyarakat kurang mampu melalui program bedah rumah. Program ini baru 2 tahun dilaksanakan, yakni pada 2020 dan 2021.

Pada tahun 2020 terdapat 40 unit rumah dibangun. Sedangkan tahun 2021 ini tengah dibangun 64 unit rumah layak huni. Semua kita prioritaskan bagi warga kurang mampu (kategori miskin, red). Dengan demikian, totalnya sebanyak 104 unit.

“Masih banyak saudara-saudara kita yang rumahnya tidak layak, sehingga program ini akan kami lanjutkan terus, sehingga kami minta dukungan masyarakat dan juga teman-teman di DPRD Kota Kupang dewan,” ungkapnya.

Selain pembangunan fisik, kata Jeriko, Pemerintah Kota Kupang juga membantu masyarakat dengan beberapa program sosial ekonomi. Seperti bantuan seragam dan buku-buku untuk siswa SD dan SMP, kacamata untuk para lansia, perlengkapan liturgis untuk rumah ibadah, beasiswa, dan Raskin plus. Serta bantuan fasilitas untuk UMKM seperti gerobak, tenda dan cool box hingga kapal ikan dan perlengkapan penangkapan ikan.

Selain itu ada juga bantuan perlengkapan untuk usaha meubel dan bantuan pelatihan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lainnya.

Lanjutkan Satu Tahun Tersisa

Wali Kota Jeriko juga menegaskan tersisa satu tahun kepemimpinannya bersama dr. Hermanus Man, akan dimaksimalkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, masih banyak usulan masyarakat yang harus diperjuangkan. Oleh karena itu, berbagai usulan masyarakat akan dirumuskan dalam program kerja pada tahun anggaran 2022 nanti.

Progam-program ini akan dimasukkan dalam RAPBD dan akan dibahas bersama DPRD Kota Kupang. “Kita butuh anggaran yang cukup banyak untuk perbaikan jalan, drainase dan trotoar, rehab gedung sekolah, Puskesmas, untuk penghijauan, penambahan lampu jalan dan termasuk bedah rumah. Masih ada ratusan rumah yang menunggu untuk kita bedah,” kata Wali Kota.

Lebih jauh dikatakannya, saat ini pemerintah dalam kondisi sulit karena hantaman badai Covid-19. Oleh karena itu, banyak anggaran yang tersedot untuk penanganan pandemi, baik untuk membangun fasilitas medis, pengadaan obat-obatan maupun untuk bantuan sosial (Bansos)

“Anggaran kita terpaksa dipotong banyak untuk Covid19. Tapi dengan anggaran yang sedikit ini, kita berupaya memaksimalkannya ubtuk bisa menjawab kebutuhan masyarakat kita,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga meminta masyarakat tetap optimis karena pemerintah terus bekerja sungguh-sungguh untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Masyarakat diminta tetap taat protokol kesehatan. Dengan demikian ikut membantu pemerintah mengatasi pandemi. Jika pandemi ini selesai, maka ekonomi akan pulih kembali dan anggaran bisa dipakai untuk membangun fasilitas publik yang ada.

“Mari kita juga berdoa agar pandemi ini cepat berakhir. Sehingga pembangunan bisa normal kembali. Saya mengimbau masyarakat Kota Kupang tetap taat protokol kesehatan (Prokes), melaksanakan instruksi pemerintah sehingga pandemi ini bisa selesai,” ajak Jefri.

Dari semua hal pembangunan tersebut diatas dilaksanakan dengan baik untuk kemaslahatan rakyat Kota Kupang. Jejak fakta ipembangunan yang sudah terjadi ini sulit kita pungkiri. Bahwa selama empat tahun melangkah bersama FIRMAN, sudah banyak aspek pembangunan telah berubah menuju yang terbaik. Bahwa oleh FIRMAN-mu jejak perubahan itu sungguh nyata.

Meski hanya tersisa satu tahun lagi FIRMAN memimpin Kota Kupang ini. namun menjadi torehan sejarah bahwa baru di era kepemimpinan Jefri dan Herman, Kota Kupang selama tiga tahun berturut-turut (2018 – 2020 red) mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian alias WTP. Sebuah prestasi sekaligus prestise bukan?  +++ marthen radja/citra-news.com/humaskotakpg.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *