
Menghadapi tantangan ini maka diperlukan pemimpin atau manusia-manusia yang tidak bekerja dengan standar yang biasa-biasa saja. Sebagai ASN harus bekerja ekstra ordinary, memiliki integritas dan rasa tanggung jawab serta mimipi-mimpi besar dalam melayani orang lain.
Menghadapi era globalisasi yang kian drastis saat ini, kata Safirah, kita perlu terus meningkatkan prestasi, inovasi dan kreativitas dalam pelaksanaan tugas. Menjadi agen Perubahan (agent of changes) kita harus menjadi lebih baik dari hari kemarin dan hari ini. Kita harus bekerja profesional dan mandiri sesuai tuntutan reformasi birokrasi. Yaitu terwujudnya aparatur yang profesional, berdaya saing dan berhasil guna.
“Sebagai kepala sekolah, saya terus menghimbau sekaligus mengajak semua guru dan pegawai bahwa sebagai suatu organisasi kita harus solid, teratur dan disiplin serta bekerja total dan penuh tanggungjawab,” imbuh Safirah.

SMKN 5 Kupang telah berjuang total hingga ditetapkan sebagai aalah satu SMK Pusat Keunggulan. Dengan mengambil program teknik industri untuk tiga sumbet energi.
“Dengan menterjemahkan program Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, bahwa NTT sebagai penyuplay energi listrik. Baik dari sumber energi tenaga matahari, tenaga angin, dan tenaga air (Hidro). Maka SMKN 5 Kupanglah sentral industrinya. Dari segi SDM kami sedang siapkan untuk menjawab kebutuhan kelistrikan negara, ” ucap Safirah optimis.
Sembari menambahkan, pihaknya tidak menampik kerja cerdas dari para guru Komli (kompetensi keahlian) dan alhasil niat itu berujung sukses. Meskipun yang lebih tangguh dan total bekerja adalah 4 (empat) orang guru wanita.
Mereka masing-masingnya, sebut Safirah adalah Kepala Sekolah; Wakasek Kurikulum Yohana HENI Riberu, S.Pd; Dra. MARIA W. Lauata (Wakasek Prasarana); dan Ketua SMK PK SERCI Neolaka, S.Pd, M.Eng. +++ marthen/citra-news.com













