
Model pembelajaran out door dimanifestasikan dalam bentuk kegiatan budidaya tanaman rempah dan buah-buahan di lingkungan sekolah.
“SMAN 6 Kupang diharapkan menjadi Sekolah Contoh dalam pengembangan tanaman cendana di Provinsi NTT. Juga budidaya tanaman rempah-rempah dan buah-buahan,” demikian Hendrik usai Rapat bersama Orangtua/Wali di Taman Edukasi Rempah SMAN 6 Kupang, Selasa 28 Juni lalu.
Menurut Hendrik, di lembaga asuhannya selain pengajaran di dalam kelas juga menerapkan metode pengajaran out door (belajar diluar kelas). Artinya siswa dipacu kemampuannya untuk mencari dan menemukan sendiri terkait materi pengajaran yang disajikan guru.

“Sekolah ini punya Taman Edukasi Rempah. Di dalamnya ditanami berbagai jenis rempah dan tanaman buah-buahan berbagai jenis. Anak-anak diajarkan bagaimana cara tanam, cara pemupukan, dan lain-lain, “kata Hendrik.
Sembari mengakui tenaga pembimbing (tim teknis) untuk pembelajaran out door, SMAN Kupang bekerjasama dengan pihak ketiga. Dalam hal ini pihak Nicky Garden untuk mengajarkan teknik-teknik pertanian yang produktif.
SMAN 6 Kupang hingga berinisiasi membangun Taman Edukasi Rempah, tegas Hendrik bahwa SMAN 6 Kupang punya program namanya TANIMAS – Pertanian Masuk Sekolah. Dengan spesifikasi tanaman rempah-rempah, termasuk buah-buahan.
Menjawab soal perolehan semua tanaman yang ada dan air mengingat tanah yang ada di sekitar sekolah sangat gersang dan berbatu karang.













