Hendrik spontan mengatakan, untuk semua tanaman rempah yang ada hasil swadaya. Kita secara swadaya mendatangkan semua jenis tanaman rempah yang ada. Juga sumbangan dari para siswa dan guru SMAN 6 Kupang. Ditambah dengan sumbangan dari semua sekolah se-Kota Kupang.

Khususnya tanaman cendana untuk tahap awal ini tanaman cendana yang sudah ditanam sebanyak 116 pohon. Itu juga kita minta sumbangan dari banyak pihak.
Untuk air, kata Hendrik, sekolah sudah empat kali mendatangkan ‘ahli’ untuk melihat titik mana sekiranya biasa kita bangun sumur bor. Akan tetapi gagal semua.
Sehingga kami sewa saja mobil tangki air. Guna penyiraman semua tanaman yang sudah kita tanam.
“Penyiraman tanaman bukan lagi manual tapi menggunakan teknologi tetes. Dengan teknologi tetes seperti ini harus membutuhkan banyak air. Oleh karena itu dalam satu minggu kita beli air lima tanki,” kata dia.

Sembari menambahkan, dengan kecukupan air semua tanaman, seperti klengkeng, sawo, dan lainnya dapat bertumbuh subur dan berbuah.
“Menurut pak Deny dari Nicky Garden, dalam satu tahun sudah bisa berbuah. Tanaman rempah bisa dipanen dan kita pasarkan. Hasilnya sebagianny untuk kebutuhan sekolah dan menambah PAD bagi provinsi,” pungkasnya. +++ marthen/citra-news.com













