Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Polkam  

TAK Sengaja Bertemu DATO SRI di LABUAN BAJO Pj. Gubernur Bicara TKI NTT di Malaysia

Reporter: Marthen RadjaEditor: Dedy -Rumah Web Jakarta
CitraNews

Andriko mengatakan pemerintah Provinsi NTT ingin agar perusahaan yang cari pekerja dari Malaysia langsung berhubungan dengan para pencari kerja, kemudian kedua pemerintah saling memonitor.

Akan tetapi perusahan Ilegal lebih agresif karena mereka manfaatkan ketidaktahuan para pekerja. Dijanjikan yang muluk-muluk. Tapi ternyata jauh dari harapan setelah sampai di Malaysia serta timbulkan persoalan baru. Inilah yang kita mau carikan jalan keluarnya.

Mendengar hal itu Dato Sri Stephen mengungkapkan, prosedur seperti ini sudah banyak didengarnya. Dan dia sepakat bahwa semuanya harus diatur dengan baik dan legal.

“Untuk itulah saya datang. Malaysia membutuhkan banyak tenaga kerja Indonesia. Namun perlu sekali diatur secara baik melalui jalur yang sesuai aturan,” kata Dato Sri Stephen.

Baca Juga :  Perang Melawan SAMPAH KOTA Kupang CHRISTIAN Widodo Gandeng MARINIR

PT SALCRA Tawarkan Gaji 6 Juta Sebulan

Lebih lanjut Dato Sri Stephen menjelaskan bahwa ia membawa serta Petinggi dari SALCRA, perusahaan milik Pemerintah yang bergerak di bidang kelapa Sawit. Diantaranya adalah Joseph Blandoi, General Manager SALCRA dan Edy Simson Pardaman Sinurat, Direktur PT Wira Karitas.

Joseph menyatakan PT SALCRA secara langsung dalam merektuit tenaga kerja tanpa melalui agen. Semuanya gratis, biaya rekrut dibayar oleh SALCRA termasuk tiket pesawatnya. Sampai di Malaysia pun mereka akan ditanggung biayanya selama satu bulan sebelum mereka terima gaji.

Baca Juga :  MARI KITA Ciptakan Rasa AMAN dan NYAMAN di Momentum KTT ASEAN

“Ini kita mau bangun direct tanpa melalui agent, tapi resmi. Kita punya memang yang terbaiklah. Sudah sampai di sana kita bagi semua semacam kasur, peralatan dapur dan termasuk beras selama satu bulan gratis, tidak akan dipotong gajinya. Laki dan perempuan diakomodir, kalau perempuan yang sudah berkeluarga, harus dengan suami supaya tidak menimbulkan masalah sosial di sana. Yang sakit kita tanggung biaya pengobatan. Pernah tahun lepas (tahun sebelumnya, red), ada yang sakit dan dioperasi, butuh biaya sekitar 20 juta, semua ditanggung perusahaan,” kata Joseph.

Baca Juga :  Galau MOTIF Kain Tenun DICAPLOK, Ini Upaya Gubernur VIKTOR

Lebih lanjut Joseph menjelaskan kontrak kerja yang disepakati minimal dua tahun dan diperpanjang maksimal sepuluh tahun. Setiap dua tahun bisa pulang libur dan uang pesawatnya ditanggung perusahaan.

Kalau ada kecelakaan atau meninggal saat kerja akan ada santunan termasuk untuk ahli waris semacam asuransi jiwa. Gaji minimal sebesar 1.700 ringgit atau setara sekitar 6 juta rupiah sebulan.

Sementara itu Direktur PT Wira Karitas, Edy Simson Pardaman Sinurat mengaku pihaknya adakah Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Resmi yang terdaftar di SISKOP2MI yang jadi mitra dari SALCRA di Indonesia.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan PT SALCRA malaysia, Pekerja Migran Indonesia. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab PT SALCRA malaysia, Pekerja Migran Indonesia.