“Yang pertama, atas nama Pemprov NTT dan pribadi, saya menyampaikan dukacita yang mendalam bagi keluarga korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Bencana ini merupakan dukacita bagi kita semua masyarakat NTT. Dan tadi pagi saya sudah melakukan rapat bersama Perangkat Daerah terkait serta Pemkab Flotim untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi lainnya,” ujar Andriko.
Dia menjelaskan telah memerintahkan Dinas PUPR untuk segera didata rumah-rumah dan berbagai fasilitas umum yang terdampak serta penyediaan air bersih untuk kebutuhan warga.
Untuk kebutuhan obat-obatan juga oleh Dinkes NTT sesegera mungkin mendistribusikan agar meminimalisir warga masyarakat terkena infeksi saluran pernafasan serta Tenaga Kesehatan juga siap sedia untuk turun ke lokasi.
Berikut, penyaluran beras pemerintah juga harus cepat oleh Dinsos dan Bulog. Serta Dinas Pendidikan segera turun untuk melaksanakan sekolah lapangan. Sehingga proses kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan dengan baik.
Pemkab Flotim sudah keluarkan keputusan Bupati Flores Timur tentang Penetapan Status Tanggap Darurat yang berlaku selama 58 hari terhitung sejak tanggal 4 November sampai tanggal 31 Desember 2024. Hal ini perlu dikolaborasikan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten dalam rangka penanggulangan dampak bencana dengan anggaran dari APBN, APBD 1, maupun APBD 2.
“Nanti kalau misalnya di dalam masa tanggap darurat 3 bulan pertama ini belum cukup maka akan bisa kita lanjutkan ke tanggap darurat berikutnya. Jadi keputusan ini penting agar segala upaya dapat kita kerjakan secara maksimal,” tambah dia.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Palaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT (BPBD NTT), Cornelis Wadu mengaku, instansi terkait telah melakukan koordinasi intens untuk sesegera mungkin dilakukan mitigasi.
“Tadi pagi dalam rapat bersama Pj. Gubernur NTT dilaporkan laporan terkait korban jiwa dan kerusakan materil baik rumah-rumah warga serta berbagai fasilitas umum lainnya. Yang kita utamakan adalah korban yang meninggal dunia. Lalu korban luka-luka dibawa ke rumah sakit atu Puakesmas terdekat”, kata Cornelis di di Kupang, Senin (4/11).
Adapun wilayah yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki melingkupi tiga kecamatan Meliputi Kecamatan Wulanggitang, Ile Bura, dan Titehena.












