Pada kesempatan yang sama Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN), Frans Gana mengatakan dari hasil asseement RUPS LB 2025 ada beberapa figur calon yang berasal dari luar Bank NTT.
“Sebagai KRN kami hanya kasih nilai saja. Tapi yang menjadi keputusan adalah RUPS kan? Kalau dua calon Dirut yang salah satu nama calon pak Charlie Paulus itu dari luar Bank NTT, iya itu keputusan RUPS,” tegasnya
Bahwa ada dua calon Dirut, tambah Frans Gana, ini secara psikologisnya dimasudkan jika salah satu calon gugur maka itu tidak usah lagi dilakukan proses ulang.
“Karena Bank NTT pernah bermasalah di GCG (Good Coorporate Governance) struktur. Kalau tidak diisi segera maka Bank NTT berpotensi menjadi Bank Tidak sehat. Makanya ketika awal rekruitmen Dirut harus lebih dari satu orang”, tegasnya.
Dia juga mengakui RUPS LB Bank NTT yang paling lama waktunya dan sangat alot pembahasannya adalah RUPS LB di tahun 2025. Karena ada banyak hal yang dikehendaki Gubernur NTT selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) bahwa semua proses harus tuntas. Terutama menyangkut struktur kepengurusan harus semua terisi.

Menjawab kategori GCG, Frans Gana menyebut, sampai saat ini Bank NTT menempati posisi ke-3. Akan tetapi secara keseluruhan BPD, iya Bank NTT Kategori Sehat
Semua proses secara struktural harus terisi, tambah dia, sehingga untuk langkah selanjutnya kita berkonsentrasi pada hal-hal yang menyangkut pengenbangan usaha bisnis Bank NTT yang mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat NTT.
“Tadi kan pak Gubernur bilang, setelah struktur terisi dan terlantik maka langkah selanjutnya dengan pengurus baru kita akan duduk bersama lagi untuk mebicarakan tentang rencana bisnis Bank NTT ke depannya. Bahwa ada hal-hal yang kurang nantinya kita benahi bersama”, pungkasnya. +++ marthen/citra-news.com













