Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

PEMERINTAH Memastikan GEOTHERMAL BUKANLAH Tambang MENGGERUS BUKIT

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Jika kita dapat berjalan seiring, maka panas bumi akan menjadi penjaga cahaya di rumah-rumah kita, penopang ketahanan energi dan penggerak ekonomi rakyat. Ini sebuah langkah maju yang lahir bukan dari paksaan, melainkan kesepakatan hati bahwa inilah jalan terbaik untuk NTT yang tangguh, hijau, dan sejahtera

NTT Pioner Energi

Gubernur Melky menyebut sumber energi secara data menujukkan Rasio Elektrifikasi Nasional dan Rasio Kelistrikan Desa pada tahun 2023 mencapai 95,27% dan 94,51%. Pada tahun 2024 naik menjadi 96,35% dan 96,51%. Dan pada tahun 2025 kita sudah mencapai Rasio elektrifikasi 96,41% dan 96,66%.

Baca Juga :  Aplikasi JRKU Beri PROTEKSI Untuk Penumpang ALBN Indonesia - Timor Leste

“Target kita tahun 2026 mencapai 99,99% dan pada tahun 2027 elektrifikasi di Provinsi NTT mencapai 100%. Strategi kita melalui Dinas ESDM Provinsi NTT pada tahun 2025 melakukan 762 meteran gratis daya 450VA untuk masyarakat kurang mampu di beberapa kabupaten dengan rasio elektrifikasi rendah”, kata Melky.

NTT adalah potensi yang kaya Energi Baru Terbarukan (EBT). Kita memiliki potensi Angin/bayu 10.188MW; Air 3y9,5 MW; Tenaga Surya 60,9 GWp; Bioenergi 746,8 MW; dan Panas Bumi 1.149 MW.

Baca Juga :  AHLI WARIS Terima 20 Juta, BUKTI JRP Beri PROTEKSI Kepada Wajib PAJAK Kendaraan

Saat ini porsi EBT kita baru 10-15% atau 42 MW. Tapi roadmap kita jelas tambah 300 MW EBT hingga 2028 sehingga porsinya melonjak menjadi 42,6%.

Sementara PLTS yang menjadi tulang punggung transisi energi kita, sehingga tahun 2023 kita bangun PLTS Terpusat Offgrid di 21 lokasi. Tahun 2024 menjadi 226 unit dan tahun depan direncakan bangun 47 unit PLTS baru yang akan menjangkau lebih banyak desa dan pulau kecil.

Baca Juga :  MIRIS, Jabatan KEPALA SMKN 5 Kupang "Dipingpong" Kadis PK NTT Dengan SURAT PERINTAH

“Kita jujur mengakui bahwa membangun PLTS Offgrid butuh investasi sekitar Rp 130 juta per KWp. Sementara membangun tenaga listik tenaga panas bumi 1 MW membutuhkn Rp48 miliar. Kita juga masih harus terus meningkatkan pamahaman dan penerimaan masyarakat terhadap proyek baik panas bumi maupun PLTS”, ujar Melky.

Sumber: Liputan langsung
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab HUT Ke-80 Kemerdekaan RI.