“Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Kupang. Ini momentum penting untuk kebangkitan tenis di daerah kita,” ujar Rudi penuh semangat.
Ia juga menyebut turnamen ini sebagai ajang pemanasan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, di mana NTT bersama NTB akan menjadi tuan rumah.
“Dengan semangat muda dan komitmen Bapak Wali Kota, kami yakin prestasi olahraga di NTT akan terus meningkat,” imbuhnya.
Dari sisi pelaksanaan, Ketua Panitia Turnamen, Luther Kana, SH, melaporkan bahwa ajang ini diikuti oleh 215 atlet dari berbagai daerah di NTT dan negara sahabat Timor Leste.
Adapun Nomor yang dipertandingkan putra/putri kategori Yunior 8-10 tahun 10 atlit, 11-14 tahun 13 atlit, 15-17 tahun 10 atlit. Kategori Ganda pemula (beginner) sebanyak 64 atlit; Ganda putri 30 atlit; dan Nomor Beregu Ganda Putra 88 atlit.
Turnamen digelar di tiga lokasi masing-masing di Lapangan Tenis BI, PU Provinsi, dan Bulog dengan total hadiah uang pembinaan Rp35 juta, medali, dan Piala Bergilir Wali Kota Kupang untuk Nomor Beregu Putra Open.
“Kami bersyukur, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Bapak Wali Kota melalui dana pembinaan sebesar Rp75 juta. Ini bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pembinaan olahraga,” ujar Luther.
Kategori pertandingan pun beragam — dari kelompok umur anak-anak hingga dewasa, termasuk ganda putri dan beregu putra open. Uniknya, turnamen ini juga diikuti oleh atlet muda dari Timor Leste, menandakan semangat persahabatan lintas batas negara.
“Kami berharap turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga wadah persahabatan dan semangat bersama untuk memajukan olahraga tenis di NTT,” demukian Luther menutup laporannya. +++ marthen/advetorial












