Di tengah agenda kedisiplinan internal, Sekda Jefry juga menyinggung isu eksternal yang tak kalah penting: kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
Berdasarkan informasi BMKG, potensi cuaca buruk diperkirakan terus meningkat di Januari 2026. Ia meminta para camat dan lurah menyampaikan imbauan secara bijak kepada masyarakat, agar risiko bencana dapat diminimalkan.
Apresiasi pun disampaikan kepada BPBD dan Dinas Sosial Kota Kupang atas gerak cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam menangani dampak bencana di sejumlah titik. Menurut Sekda, kolaborasi lintas sektor adalah kunci dalam menghadirkan negara di tengah masyarakat.
“Kalau saudara bekerja benar, pasti kami jaga. Kalau salah, pasti kami tindak,” pungkasnya.

Apel Kesadaran KORPRI pagi itu berakhir tanpa gemuruh tepuk tangan. Namun pesan yang tertinggal justru lebih kuat: ajakan untuk berbenah, memperkuat integritas, dan meneguhkan kembali komitmen ASN sebagai pelayan masyarakat.
Di lapangan itu, introspeksi bukan sekadar kata—ia menjadi tanggung jawab bersama. +++ marthen/*













