Pemerintah juga terus memperkuat komunikasi dengan operator transportasi agar pelayanan selama masa mudik tetap terjaga, baik dari sisi jadwal, kapasitas, maupun keselamatan penumpang.
Pangan Aman, Harga Tetap Dijaga
Selain transportasi, rapat Forkopimda juga menyoroti kondisi ketersediaan bahan pokok menjelang hari raya. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, stok beras yang dikelola Bulog di NTT saat ini mencapai sekitar 17.500 ton – jumlah yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.
Pemantauan terhadap 17 jenis dan 26 komoditas bahan pokok oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga menunjukkan bahwa rata-rata ketahanan stok masih mampu bertahan sekitar dua bulan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional.
Meski demikian, pemerintah mencatat adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas di tingkat distributor, seperti daging sapi, telur ayam, bawang merah, serta berbagai jenis cabai.
Untuk mengantisipasi gejolak harga yang lebih besar, koordinasi terus dilakukan dengan Satgas Pangan Polda NTT dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memastikan distribusi dan harga tetap terkendali.
Deteksi Dini Konflik Sosial
Rapat Forkopimda juga membahas dinamika sosial di beberapa wilayah, termasuk sengketa lahan di Adonara, Kabupaten Flores Timur, serta perkembangan situasi di Kabupaten Alor.
Gubernur Melky menekankan bahwa pendekatan dialog dan mediasi harus menjadi jalan utama penyelesaian persoalan.
Baginya, stabilitas sosial menjelang hari besar keagamaan harus dijaga dengan mengedepankan komunikasi antar pihak, sehingga potensi konflik tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.












