Menuju Sekolah Model SMKN 5 Kupang Terus Berbenah

Dra. SAFIRAH Cornelia Abineno, Kepala SMKN 5 Kupang Provinsi NTT. Doc.CNC/marthen radja – Citra News

Penetapan Sekolah Model dimaksudkan untuk menjadi acuan bagi sekolah lain dalam penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri.

Citra-News.Com, KUPANG – LEMBAGA Penjamin Mutu Pendidkan (LPMP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan pembinaan bagi semua lembaga satuan pendidikan yan ada. Tujuannya untuk memastikan bahwa keseluruhan unsur yang meliputi organisasi, kebijakan dan proses yang terkait pada satuan pendidikan, dapat berjalan sesuai dengan 8 (delapan) standar mutu yang sudah ditetapkan.

Demikian Kepala SMKN 5 Kupang, Dra. SAFIRAH Cornelia Abineno dalam sambutannya membuka kegiatan Workshop Sosialisasi Penerapan Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) Pengembangan Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan tahun 2019.

Pelaksanaan workshop tersebut sejak 28 November-03 Desember 2019, bertempat di Ruang Perpustakaan SMKN 5 Kupang Jalan Nanga Jamal Nomor 01 Naikoten 1 Kota Kupang. Adapun peserta adalah semua guru dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah tersebut.

Safirah menuturkan penjaminan mutu oleh satuan pendidikan bertujuan untuk memastikan bahwa keseluruhan unsure yang meliputi organisasi, kebijakan, dan proses yang terkait pada satuan pendidikan dapat berjalan sesuai dengan 8 (delapan) standar mutu yang sudah ditetapkan. Guna menjamin terwjudnya budaya mutu pada satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP).

Kasek Safirah memberikan sambutan (kiri) dan suasana kegiatan workshop SPMIdi SMKN 5 Kupang,

“Patut kita syukuri kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas perkenaan-Nya sekolah kita bisa terpilih menjadi Sekolah Model binaan LPMP. Meski demkian kita harus terus berbenah diri agar bisa memenuhi standar mutu pendidikan,”ungkap Safirah.

Penerapan Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI), jelas dia, dalam kerangka mewujudkan 8 standar pendidikan. Giat SPMI ini juga menjadi bagian dari pengaplikasian misi Pemeritah Povinsi NTT saat ini yakni meningkatan kualitas sumber daya manusia di SMKN 5 Kupang.

Diketahui kriteria menuju Sekolah Model adalah sekolah yang belum memenuhi NSP. Berikut, seluruh komponen seklah bersedia dan berkomitmen untk mengikuti seluru rangkaian pelaksanaan pengembangan sekolah model. Juga adanya daya dukung dari pemerintah daerah.

Menurut Safirah, sasaran sekolah model sesuai target tahun 2016 sebanyak 16 sekolah per kabupaen/kota. Sementara jenjang Sekolah Model dari satuan pendidikan jenjang (tingkat) SD,SMP,SMA/SMK dengan mengikuti distribusi jumlah sekolah. Dengan sasaran sekolah imbas sebanyak 5 sekolah per 1 Sekolah Model. Jumlah yang ada diharapkan sedapat mungkin berada pada gugus yang sama untuk jenjang SD dan klaster yang sama untuk jenjang pendidikan SMP, SMA dan SMK.

Suasana kegiatan workshop SPMI para guru kusut mendengarkan sambutan Kasek Safirah.

Khususnya di Kota Kupang, tambah Safirah, LPMP Provinsi NTT membina 5 SMK Negeri. Yakni SMKN 1 sampai SMKN 5. Kelima SMKN yang ada ini diharapkan menjadi sekolah acuan bagi sekolah lain di sekitarnya. Dalam penerapan penjaminan mutu secara mandiri,yakni dengan menerapkan seluruh siklus penjaminan mutu secara sistemik, holistic, dan berkelanjutan. Sehingga budaya mutu tumbuh secara mandiri.

“Sekolah Model SMKN yang dibina LPMP ini mulai diterapkan ppada tahun ajaran 2020/2021. Ia memiliki tanggung jawab untuk mengimbaskan praktik baik penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada 5 sekolah di sekitarnya,”kata Safirah. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *