Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

DUKUNGAN Wapres GIBRAN Angkat PAWAI PASKAH Naik Kelas, TOLERANSI di NTT Kian MENGGEMA

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa daerah ini (NTT, red) telah lama dikenal sebagai “Nusa Terindah Toleransi,” sebuah identitas sosial yang lahir dari praktik hidup bersama di tengah keragaman suku, agama, dan budaya.

Ia mengingatkan bahwa lokasi yang sama (Bundaran Tirosa, red) sebelumnya juga menjadi tempat berlangsungnya pawai takbiran umat Muslim. Fakta ini menjadi simbol nyata bahwa ruang publik di NTT tidak dimiliki satu kelompok saja, melainkan menjadi ruang bersama yang memperkuat harmoni antarumat beragama.

Bagi Gubernur Melky, semangat Paskah tidak berhenti pada ritual keagamaan, tetapi harus menjadi energi moral untuk membangun masyarakat yang damai dan berdaya. Ia berharap nilai-nilai damai yang lahir dari perayaan Paskah dapat meresap hingga ke dalam keluarga, lingkungan sosial, hingga tata kelola pemerintahan.

Baca Juga :  Begini DAYA DUKUNG Pemprov NTT Terhadap FREE ZONA TRADE di Boarder Area 

Apresiasi juga diberikan kepada Pemuda GMIT yang dinilai konsisten memainkan peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. “Peran mereka bukan hanya dalam menjaga tradisi gereja, tetapi juga dalam merawat nilai kasih dan toleransi yang menjadi fondasi kehidupan sosial di NTT”, tegas Melky.

Baca Juga :  BERTEMU Tokoh LINTAS AGAMA di SIKKA Flores, Begini Pesan Moril dari WAPRES Gibran

Ketua Majelis Sinode GMIT, Samuel Benyamin Pandie, melihat kehadiran Wapres bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan simbol bahwa pembangunan berbasis budaya dan iman kini semakin diperhitungkan dalam kebijakan nasional. Menurutnya, dukungan Wapres dinilai sebagai sinyal kuat perhatian pemerintah pusat terhadap kawasan timur Indonesia.

Di sisi lain, Ketua Panitia Pawai Paskah GMIT 2026, Simson Polin, menjelaskan bahwa tema tahun ini, “Pesan Damai dari Gerbang Selatan Indonesia untuk Dunia,” dipilih untuk menegaskan posisi Kupang sebagai wajah toleransi Indonesia dari wilayah paling selatan.

Baca Juga :  Datang dan NIKMATI Aneka Produk UMKM di REST Area Café BITAUNI Bank NTT

Harmoni yang Indah

Pada penutupan Prosesi Paskah, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, mengajak masyarakat melihat keberagaman sebagai harmoni yang indah. Ia mengibaratkan kehidupan masyarakat seperti sebuah lagu yang indah karena terdiri dari nada-nada berbeda yang berpadu menjadi kesatuan yang menenangkan.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Festival Pawai Paskah Kupang. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Festival Pawai Paskah Kupang.